BATURAJA, fornews.co – Wakil Bupati (Wabup) Ogan Komering Ulu (OKU), Drs Johan Anuar SH MM menyayangkan kisruh yang terjadi di tubuh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di daerah ini, sehingga forum tertinggi dalam pengambilan kebijakan partai Musyawarah Cabang Luarbiasa (Muscablub) harus dihentikan.
Johan tak menyebutkan secara langsung Parpol dimaksud, namun dalam isyarat singgungannya yang mengatakan ada Muscablub dilaksanakan di OKU, kemarin sudah menunjukan jika singgungan tersebut ditujukan ke PKB. “Kemaren ada kegiatan Muscab salah satu parpol yang batal, karena ada pergolakan atau arogansi. Itu menandakan elit, maupun masyarakat belum dewasa dalam berpolitik,” ujarnya saat membuka Seminar Politik yang digelar Laboratorium politik lokal dan otonomi daerah Prodi Fisip Universitas Baturaja (Unbara), Senin (22/05).
Tentu saja menurut Wabup, kejadian tersebut membuat nama kabupaten OKU tercoreng. “Saya tidak enak dengarnya. Dan saya prihatin karena ini menyangkut nama OKU. Hari ini pasti masuk di berbagai media,” sebutnya.
Sambung Johan, peristiwa kericuhan Muscablub tersebut menandakan bahwa masyarakat OKU masih minim pengetahuannya akan politik. “Yang namanya kompetisi pencalonan ketua Parpol, jangan sampailah ada gejolak. Tercoreng nama OKU,” katanya.
Untuk itu, Wabup berpesan kepada para mahasiwa untuk dapat mencermati setiap permasalahan politik macam itu. Masyarakat juga, lanjut Wabup, harus diberi pengetahuan. Agar mereka jangan sampai mereka dibawa para elit melenceng atau membawa nama OKU jadi tidak bagus.
“Jadi selaku mahasiswa, saya sangat berharap dapat sama – sama mensosialisasikan pada masyarakat agar mereka mengerti dan memahami apa makna politik. Jangan sampai kejadian kemaren itu terjadi lagi,” imbaunya.
Seminar politik yang digelar Prodi Fisip Unbara itu mengambil tema “pemilu sebagai media aplikasi pendidik politik bagi pemerintahan daerah, parpol, mahasiwa dan masyarakat”.
Sementara itu, Mantan Ketua Dewan Syuro PKB OKU, Zamzam menanggapi kerusuhan pada Muscablub ke III, bahwa di kepengurusan yang lama masi lengkap dan belum habis masa waktunya. “Kenapa mereka diganti, partai itu semestinya menghidupkan reformasi. Pengurus PAC dipecat tanpa alasan yang jelas, Muscab ini penuh rekayasa,” tukasnya.
Setelah adanya pelengseran pada Pilkada lalu, Robby Vitergo ditunjuk sebagai Karateker DPC PKB OKU, yang tugasnya untuk mengadakan Muscab, Karateker tidak boleh membentuk kepengurusan dan mengeluarkan SK.
“Masa berlaku Karateker sebenarnya sudah habis sejak 15 desember 2016 yang lalu dan sudah beberapa kali diperpanjang, masa karateker sudah habis aneh koq bisa menggelar Muscab,” timpal Rozali anggota DPC PKB OKU yang lama. (gus/ibr)
















