PALEMBANG, fornews.co – Sebagian publik Sumsel sempat dikejutkan dengan berhembusnya kabar tak sedap antara Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Sumsel, Septiana Zuraidah, yang terjadi di Ruang Rapat Utama Griya Agung, Jumat (23/02) pagi.
Kabar Alex yang bersitegang hingga memukul Septiana Zuraidah itu dengan cepat meluas, hingga berbagai pihak saling mencari kebenaran atas insiden tersebut. Pejabat, tokoh masyarakat, politikus, hingga para pengusaha dan masyarakat Sumsel sendiri, membahas kejadian itu di tiap-tiap grup Whats App (WA). Bahkan, dengan cepat beberapa media online langsung memunculkan informasi itu menjadi berita hangat.
Menanggapi bagaimana kebenaran informasi itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menerangkan, bahwa media jangan menyebarkan berita yang belum tentu benar. Hal itu harus dilakukan secara cover both side.
“Kita berhentilah memberitakan yang tidak perlu. Angkat berita yang positif saja, seperti persiapan Asian Games, LRT dan sebagainya,” terang Alex, kepada wartawan, usai pelantikan pengurus Pengprov PBI Sumsel, di Griya Agung, Jumat (23/02) malam.
Orang nomor satu di Sumsel itu mengatakan, terhadap apa yang terjadi antara dia dan Septiana Zuraidah di Ruang Rapat Utama Griya Agung, Jumat (23/02) pagi, semuanya sudah dijelaskan secara resmi oleh Kabag Humas Iqbal Alisyahbana dan Kabag Protokol Iwan, yang berada di lokasi kejadian.
“Semua keterangan itu seperti apa yang dikatakan Kabag Humas, karena humas ada disitu. Jadi berentilah yang begitu-begitu, nggak ada gunanya, ngabis-ngabisin energi dikatakan orang tolol,” katanya.
Kabag Humas Pemprov Sumsel, Iqbal Alisyahbana menuturkan, bersama Kabag Protokol (Iwan) saat kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, posisi mereka berada di Griya Agung dan menyaksikan sendiri kejadian tersebut. Jadi kejadian seperti yang diberitakan tidaklah benar. “Tidak ada Pak Gubernur melabrak atau memukul Ibu Ana (Kadisdukcapil) di Griya Agung,” ungkap Iqbal saat memberikan keterangan pers di Kantor Pemprov Sumsel, Jumat (23/02) malam.
Kronologisnya, dijelaskan Iqbal, Kadisdukcapil Septiana tiba di Griya Agung sekitar pukul 09.30WIB, menghadap Gubernur Alex di ruang rapat gubernur untuk laporan pekerjaan. Saat itu, hanya Gubernur Alex dan Kadisdukcapil Septiana yang terlihat berbincang-bincang.
“Dan posisi kami waktu itu di luar, kan ruangan rapat itu ada pintu kaca. Kalau seandainya terjadi perdebatan atau Pak Gubernur memukul, otomatis kami di luar pasti melihat. Dan alhamdulillah kami tidak melihat kejadian Pak Gubernur memukul atau memarahi Ibu Ana. Yang ada malah sebaliknya, Ibu Ana yang membentak-bentak dan memarahi Pak Alex di dalam situ. Ketika selesai bentak-bentak, Ibu Ana langsung sujud sambil nangis dan minta maaf,” jelas Iqbal.
Karena saat itu posisi di Griya, Iqbal melanjutkan, Gubernur Sumsel menenangkan dan meminta Kadisdukcapil Septiana untuk keluar ruangan. “Kebetulan ada Pak Iwan dan masuk ke dalam, mempersilakan dan meminta Ibu Ana keluar. Tidak ada pengusiran, malah Ibu Ana menepis tangan Pak Iwan. Setelah keluar, Ibu Ana sambil ngomel-ngomel. Nah kalau di luar kami tidak tahu lagi, karena kami tidak mengikuti sampai dikabarkan masuk RS Siloam. Ibu Ana waktu itu sehat,” katanya.
“Saat keluar, saya dengar sendiri, dia (Ibu Ana) ngomong, gubernur sebentar lagi sudah akan habis masa jabatan, jangan sombong. Itu maksudnya apa?,” timpal Kabag Protokol Pemprov Sumsel, Iwan.
Iwan meneruskan, tidak mengetahui persis apa yang dibicarakan terkait pertemuan Kadisdukcapil Septiana dan Gubernur Alex,. “Ada hal-hal yang dibicarakan, tapi kita tidak tahu soal apa, mungkin soal pekerjaan Ibu Ana sebagai Kadisdukcapil. Yang saya tahu Ibu Ana bawa berkas map kuning, tapi saya tidak tahu apa pembicaraan, topiknya kami tidak tahu,” ungkapnya.
Iwan menceritakan, saat masuk ke ruang rapat hanya melihat Kadisdukcapil Septiana menangis meraung sebelum disuruh Gubernur Alex membawanya keluar untuk ditenangkan.
“Saya berdiri di situ, Ibu Ana nangis meraung nian. lalu saya lihat Ibu Ana pegang lutut Pak Gubernur minta maaf, tapi saya tidak tahu minta maaf untuk apa, karena yang tahu hanya mereka berdua, tapi saya minta Ibu Ana tenang. Saya bilang mohon izin Bu (untuk diajak keluar), ini hari Jumat, ini hari baik,” terangnya.
Kemudian, berdasarkan informasi dari staf Kadisdukcapil Sumsel yang turut hadir, terkait Kadisdukcapil Septiana masuk RS Siloam, bahwa kondisi kesehatan Kadisdukcapil Septiana dalam keadaan tidak baik. “Sebelum ke Griya, Ibu Ana memang baru pulang dari Jakarta (dinas luar), mungkin kecapean, lagi pusing, karena Bu Ana memang ada penyakit pertigo,” katanya yang enggan disebutkan namanya.
Sementara, ditempat terpisah, saat dikonfirmasi via ponsel, Kadisdukcapil Sumsel, Septiana Zuraidah mengatakan, sempat melakukan konferensi pers di Disdukcapil. Namun, wanita yang karib disapa Ana itu langsung membantah, kalau dia memarahi gubernur, seperti disampaikan Kabag Humas Pemprov Sumsel.
“Tuhan tidak tidur, mana mungkin saya mau marah-marah, dia gubernur, dia orang hebat. Masa yang dipanggil, saya yang marah-marah. Saya ini anak buah, alangkah melawannya saya mau marah-marah. (Tapi) tidak apa-apa kalau saya yang dikatakan marah-marah, kalau dia siap kita ambil sumpah. Siap tidak kalau disumpah pakai Al quran, pakai kiai, sumpah benaran,” kata Septiana saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (23/02) malam.
Sebelumnya, saat Septiana menggelar konferensi pers di Disdukcapil sore hari, dia tidak mau berkomentar soal kejadian ini. Namun, setelah dituding membatah gubernur, maka dirinya tidak bisa terima.
“Saya tadi no comment, tapi kalau yang dibilang mendahului marah-marah itu Ana (saya), mohon maaf, saya tidak terima itu. Jangan mengada-ada lah, Tuhan tidak tidur, jabatan ini hanya di dunia, mati nanti tidak ditanya Tuhan,” ungkapnya membantah.
“Jangan bikin blunder, jangan ngajak perang, saya ini bukan siapa-siapa, saya ini rakyat kecil, orang biasa-biasa saja, tidak ada yang saya bangga-banggakan dalam diri saya, kecuali Allah yang saya banggakan,” imbuhnya.
Terkait tangan Kabag Protokol Iwan yang dikatakan sedikit lecet, Septiana mengakui kalau memang sempat menepisnya saat hendak diajak keluar. Namun dia tidak tahu, kalau sampai seperti itu. “Kalau nepis memang ada, tapi tidak mencakar. Karena Iwan narik saya keluar. Lalu saya duduk lagi,” tuturnya.
Ana juga membenarkan, jika sebelum keluar ruangan, sempat memohon maaf kepada Alex. “Saya sujud, saya salim, saya cium beliau , saya minta maaf, saya salah, tapi maaf saya tidak diterima oleh beliau, beliau tetap marah, dan yang dimarahkan itu juga saya bingung, apa yang dimarahkan. Judulnya apa kalau marah,” tandasnya. (bas/ije)

















