PALEMBANG, fornews.co-Ada begitu banyak kejutan yang tidak bisa diprediksi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 kali ini. Selain banyaknya calon incumbent yang berguguran oleh pendatang baru, ada juga kejutan jumlah suara yang diraih oleh politisi muda.
Siapa yang bisa menduga sebelumnya, kalau caleg yang meraih suara terbanyak untuk menduduki kursi DPRD Sumsel dari hasil rekapitulasi DC1 penghitungan suara di KPU Sumsel beberapa hari lalu, justru bukan dari caleg incumbent atau caleg yang sudah memiliki nama besar.
Sebaliknya, figur yang berhasil mengumpulkan suara sebanyak 33.873 atau terbesar dari seluruh caleg yang duduk di kursi Parlemen Sumsel, adalah pemuda yang baru berusia 28 tahun. Bisa jadi, Azmi akan menjadi Anggota Parlemen Sumsel yang termuda.
Ya, sosok caleg tersebut adalah Azmi Shofix, SR, S.IP, yang berada di daerah pemilihan (dapil) Sumsel 4 Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Bendahara DPC Partai Demokrat OKU Timur itu tanpa diduga bisa mengalahkan suara Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Demokrat Sumsel, Muchendi Mahzarekki dari dapil Sumsel 3 dengan jumlah 30.155 suara.
Jika merujuk pada hasil hasil rekapitulasi DC1 penghitungan suara di KPU Sumsel beberapa hari lalu, suara terbanyak nomor satu hingga nomor tujuh besar, Azmi Sofix (Demokrat) dapil Sumsel 4 dengan 33.873 suara; Novian Fauzi (Nasdem), dapil Sumsel 8 dengan 33.130 suara; Nilawati (PKB), dapil Sumsel 4 dengan 32.535 suara; Meli Mustika (PDIP), dapil Sumsel 3 dengan 31.394 suara; Ike Mayasari (PDIP), dapil Sumsel 3 dengan 30.831 suara; Dedi Sipriyanto (PDIP), dapil Palembang 1 dengan 30.608 suara dan Muchendi (Demokrat), dapil 3 dengan 30.155 suara.
Tentu tidak sedikit pihak yang bertanya, siapa sebenarnya Azmi Shofix ini?. Ternyata Pria kelahiran OKU Timur pada 19 Januari 1991 ini pengusaha beras dari Martapura. Azmi yang meneruskan usaha orang tua, yakni pasangan H. Sobirin dan Hj. Rohilah ini, memanfaatkan jaringan usahanya untuk mendulang suara.
“Saya satu tahun membangun silahturahim ini di masyarakat. Karena saya nilai inilah kampanye yang paling efektif, hingga akhirnya masyarakat menentukan pilihannya kepada kita,” ujarnya, saat dihubungi fornews.co, Rabu (15/05).
Alumni FISIP Unsri Angkatan 2009 itu menerangkan, bahwa sambil meneruskan usaha beras milik orang tuanya, Azmi memanfaatkan semua jaringan usaha tersebut untuk membangun konstituen miliknya.
“Karena orang tua saya dari Jawa, maka saya fokus membangun basis suara suku Jawa disini (OKUT). Apalagi, disini suku Jawa itu mencapai 60 persen yang tersebar di 20 kecamatan,” terangnya.
Namun, dari 20 kecamatan yang tersebar di OKU Timur tersebut, suami dari Rohma Permatasari, S.IP itu mengungkapkan, hanya lebih fokus di kecamatan eks Belitang. Seperti Belitang 1, Belitan 1, Belitang 3, Belitang Jaya, Belitang Madang Raya, Belitang Mulya, Buay Madang Timur, Semendawai Suku III dan Semendawai Timur.
“Nanti kalau semua resmi dan saya dilantik, saya berharap bisa duduk di Komisi II, karena disana ada bidang pertanian, pertahanan pangan dan sebagainya. Ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat OKU Timur yang sebagia besar adalah petani,” tandas ayah dari Arkana dan Ashaka itu. (tul)

















