PALEMBANG, fornews.co – Kompetisi Liga 1 U16 Elite Pro Academy musim 2018 telah memainkan partai puncak di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu (09/12) malam. Persib Bandung sukses merengkuh gelar juara setelah mengkandaskan Bali United lewat drama adu penalti.
Sejak awal babak pertama, kedua tim sama-sama menunjukkan keinginan yang besar memenangi pertandingan. Serangan bervariasi dilancarkan pemain kedua tim. Bali yang lebih agresif membuka peluang di menit 2. Namun eksekusi I Nyoman Adi Wirya Tama masih berhasil digagalkan kiper Persib Satrio Azhar Aisy Santoso.
Persib pun tak mau kalah. Serangan yang digalang Ardi Maulana dan Beckham Putra Nugraha kerap merepotkan barisan pertahanan Bali. Keasyikan menyerang, Persib dikejutkan dengan hukuman penalti yang diberikan wasit Naufal Adya Fairuski usai beknya melanggar penyerang Bali di menit 18. Namun eksekusi penalti yang diambil I Made Tito Wiratama gagal berbuah gol usai ditepis kiper Persib, Satrio Azhar.
Namun di menit 23 gawang Persib akhirnya jebol juga. Satrio Azhar tak mampu membendung sontekan I Kadek Dimas Satria Adiputra. Keunggulan Bali United ini bertahan hingga turun minum.
Keluar dari ruang ganti, Persib tampil lebih trengginas. Beberapa peluang langsung mereka dapatkan di awal babak kedua. Namun gol penyeimbang yang mereka cari baru hadir di menit 42 melalui sundulan bek Rizki Arohman.
Tak ada lagi gol hingga laga usai, pertandingan 2×30 menit itu pun dilanjutkan ke babak tambahan 2×10 menit. Namun babak tambahan selesai pun skor tetap imbang 1-1, sehingga penentuan juara harus melalui adu penalti.
Pada babak tos tosan ini, Persib menyarangkan 4 gol dari 5 eksekutor. Sedangkan dari 5 algojo penalti Bali, hanya 3 yang mampu melesakkan gol. Dengan hasil tersebut, Persib Bandung U16 menjadi kampiun kompetisi Liga 1 U16 Elite Pro Academy musim 2018.
Pelatih Persib Bandung U16 Kartono Pramdhan mengatakan, gelar juara kompetisi U16 ini sesuai target yang dipatok sejak awal. Meski demikian diakui Kartono, laga final kontra Bali United bukan hal yang mudah. Tertinggal lebih dulu, menyamakan kedudukan hingga berlanjut ke babak tambahan dan adu penalti merupakan bukti kekuatan kedua tim di partai puncak ini sebenarnya seimbang.
“Bali United ini sebenarnya diluar prediksi kami. Mereka main lepas, nothing to lose. Kami terburu-buru ingin cetak gol dan akhirnya malah kebobolan. Mereka main bagus, transisi cepat, defensifnya juga rapi sehingga sempat membuat kami sulit samakan kedudukan. Bahkan sampai ke adu penalti ini cukup berat,” ujar Kartono usai pertandingan.
Usai merengkuh juara U16 ini, Kartono berharap kepada manajemen Persib untuk menjaga tim ini. Sebab talenta yang dimiliki Persib U16 ini sudah bagus.
“Saya berharap sama manajemen, tim ini tidak dibubarkan. Saya ingin pemain terus sama-sama untuk bisa jadi pemain profesional maupun timnas. Juara memang target, tapi kebanggaan kami (sebagai pelatih) bagaimana pemain itu jadi (profesional),” katanya.
Sementara itu, Pelatih Bali United U16 I Gde Mahatma Dharma mengakui keunggulan Persib di laga final. Menurutnya hasil ini melebihi target yang diberikan manajemen.
“Masuk final hasil yang luar biasa. Bahkan ada di empat besar pun sudah perjuangan luar biasa anak-anak. Persib layak juara, karena memang secara head to head Persib jauh lebih bagus,” tuturnya.
Menurut Dharma, anak asuhnya bisa unggul di babak pertama karena bermain secara kolektif dan lebih rileks. Sehingga saat Persib gagal melakukan serangan, bisa dimanfaatkan untuk menyerang balik. Akan tetapi, di babak kedua, pertahanan Bali dikurung dan digempur habis-habisan oleh pemain Persib. Bahkan Dharma pun harus menyegarkan lini belakang hingga mampu bertahan sampai adu penalti.
“Salut saya dengan perjuangan anak-anak yang begitu luar biasa. Mereka sebenarnya kami persiapkan untuk berbagai turnamen tahun depan seperti kompetisi U18 dan Piala Suratin,” terangnya.
Kiprah fenomenal Dharma membawa Bali United ke partai final Liga 1 U16 EPA pun diganjar penghargaan sebagai pelatih terbaik. Penghargaan ini pun tak disangka-sangka oleh Dharma dan mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepadanya.
“Luar biasa, (penghargaan) ini diluar ekspektasi. Saya ini bukan siapa-siapa dan baru di Bali United, bahkan belum ada setahun. Sebelumnya kurang lebih lima tahun saya melatih klub amatir di Denpasar,” tukasnya.
Kemeriahan pesta juara Persib Bandung U16 di Palembang berbanding terbalik dengan klub asal Palembang, Sumatra Selatan, yaitu Sriwijaya FC. Usai dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan, maka pembinaan usia muda klub ini baik Sriwijaya FC U19 maupun Sriwijaya FC U16 Elite Pro Academy layak dipertanyakan eksistensinya. Sebab tanpa kompetisi reguler, kemungkinan besar manajemen akan membekukan sementara tim junior ini. (ije)
















