SEKAYU, fornews.co – Kebakaran hutan perkebunan dan lahan (karhutbunlah) terjadi di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba, Rabu (14/08). Tak ingin bencana ini meluas, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin langsung mengambil langkah tegas.
“Hari ini saya langsung menugaskan Wakil Bupati (Beni Hernedi) untuk segera turun ke Bayung Lencir untuk mengumpulkan perusahaan- perusahaan dan kita paksa mereka untuk segera action langsung, jadi bukan lagi preventif dan pencegahan, tetapi mereka harus segera turunkan peralatan, sarana dan prasarana serta personel untuk memadamkan api di konsesi mereka,” kata Dodi.
“Selain itu, besok pagi berdasarkan hasil koordinasi saya dengan Dansatgas karhutla akan segera munurunkan tim water bombing di wilayah kebakaran di Kecamatan Bayung Lencir , dan tetunya akan dibantu oleh seluruh stakeholder terkait, baik tim Pemda, TNI, POLRI pihak perusahaan, masyarakat. Kita terus bersinergi dan berkolaborasi untuk percepatan pemadaman kebakaran yang saat ini terjadi melalui tim darat yang saat ini semua sedang bertugas di lapangan,” imbuh Dodi petang tadi.
Selang beberapa saat, Wakil Bupati Beni Hernedi langsung mempimpin Rapat Koordinasi untuk menindakluti percepatan pemadaman bersama stakeholder terkait.
Tim pemadam api karhutbunlah juga terus ditambah untuk mempercepat pemadaman. Selain itu pihak perusahaan yang dekat lokasi kebakaran diminta membuat kanal-kanal untuk meminiliasir kebakaran.
Beni menginstruksikan kepada para pihak tim Karhutbunlah untuk all out memadamkan api.
“Terus berkoordinasi dan jangan sampai api meluas,” tegasnya pada rakor itu.
Sementara itu, tim gabungan Kecamatan Bayung Lencir, BPBD Muba, Kodim 0401, Polres Muba, dan Manggala Agni langsung turun ke lokasi karhutbunlah untuk gotong royong dan berjibaku memadamkan api. Baik proses pemadaman maupun pendinginan telah oleh tim darat dan udara (WB).
Camat Bayung Lencir, Akhmad Toyibir mengatakan, titik api di Dusun 9 areal tersebut tidak dalam izin Lokasi Izin Perusahaan yang aktif (eks BPUJ), penyebab karhutla berdasarkan info dari pemdes dan masyarakat, dikarenakan loncatan api dari Karhutla yang terjadi diduga dari PT RHM yang lokasinya berseberangan dengan anak sungai Medak .
“Adapun kondisi lahan yang sudah terbakar di areal ini diperkirakan sekitar lebih kurang 60 Ha dan kondisi api sudah terkepung di antara blok jalan kebun masyarakat dan mudah-mudahan ke depan angin tidak bertiup kencang lagi,” ungkapnya.
Toyibir mengatakan tim gabungan kesulitan memadamkan api karena sulit menemukan sumber air. “Karena embung-embung yang ada sudah mulai kering,” ungkapnya lagi.
Ia menambahkan, langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk lokasi ini dengan sudah dikomunikasikan dengan pihak pemdes.
“Dan berdasarkan persetujuan dari Ka KPH Lalan Mendis untuk mencari pinjaman alat berat untuk pembuatan dan memperdalam embung-embung sumber-sumber air, selain itu untuk menghindari meluasnya wilayah kebakaran tentunya saya harapkan seluruh perusahan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran membuat parit-parit kanal untuk meminimalisir kebakaran,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Muba Indita mengaku tim BPBD Muba terus berjibaku untuk memadamkan api supaya tidak meluas. “Saat ini pemadaman api terus berjalan,” bersama tim TNI dan Polri, masyarakat dan pihak pihak perusahaan yang berdekatan dengan lokasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah menuturkan, tim medis mereka bersama Puskesmas setempat turun ke lapangan untuk membagikan masker ke warga setempat.
“Selain membagikan masker, Dinkes juga membuka posko kesehatan,” ungkapnya.(bas)

















