SEKAYU, fornews.co – Bencana kebakaran hutan perkebunan dan lahan (Karhutbunlah) di sejumlah titik di Kecamatan Bayung Lencir, salah satunya di Desa Muara Medak sudah berangsur dipadamkan tim gabungan.
Hal ini pula diperkuat dengan pembentukan dua tim pemadam karhutbunlah yang dibentuk Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang juga turun langsung ikut serta memadamkan api di lokasi karhutbunlah.
“Pembagian grup operasi darat dan personel dibagi di dua lokasi, gencar kita lakukan hingga Kamis malam (15/08),” ungkap Beni.
Dikatakan, adapun penyebaran tim yakni di Dusun 5 area PT HBl. “Di sini dibantu oleh 75 personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, regu PK PT Indofood yang langsung dikomandoi Dandim 0401 Muba,” ungkapnya.
Beni melanjutkan, adapun giat yang dilakukan yakni pemadaman darat pembasahan lahan, alat berat sekat bakar, pengisian air pumping ke kanal buatan. Kemudian, tim berikutnya disebar di Dusun 9 Area hutan/kebun/belukar
“Di Dusun 9 ini tim dipimpin langsung Camat Bayung Lencir dan Kapolsek dengan jumlah personel gabungan TNI dan Polri, Manggala Agni, BPBD serta Relawan/Regu PK Perusahaan PT ABL/MAS dengan jumlah personel 50 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim 0401 Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani mengungkapkan, upaya yang telah dilakukan saat ini dari atas melaksanakan water bombing.
“Untuk kekuatan yang ada di Sumsel saya minta fokuskan untuk di Muba, dan Alhamdulillah sudah didukung oleh satgas bahkan sudah ada helikopter patroli yang dikomandoi Danrem dan Danlanud, termasuk Kepala BPBD Provinsi dan Pak Wabup juga ikut meninjau dan water boombing,” ungkapnya.
Ia mengatakan, untuk hari ini sudah dilakukan puluhan kali water bombing. “Alhamdulillah yang di Dusun 9 sudah cukup berkurang, besok Insya Allah akan dilanjutkan kembali. Berikutnya satgas darat mengoptimalkan water bombing dengan membuat sekat kanal dan juga penyiraman dan pembasahan lahan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DLH ( Dinas Lingkungan Hidup) menambahkan, untuk melihat kualitas udara sudah dipasang alat untuk mengukur Indeks Standar Pencemaran Udara ( ISPU) untuk mengetahui kualitas udara ambien, yang pengukurannya dilaksanakan di Kantor Camat Bayung Lencir.
Parameter yang diukur di antaranya kadar partikel debu PM 10, dan Kadar gas SO2, NO2, O3.
Sedangkan untuk parameter gas, hasil bisa didapat dalam 1x 24 jam, waktunya besok tengah hari.
“Untuk parameter partikel debu, hasil 1×24 jam akan dibawa ke laboratorium DLH di Sekayu untuk dianalisis dan akan didapat hasilnya dalam waktu 1-2 jam setelah dianalisis. Dari hasil pengukuran ini, nantinya bisa kita tetapkan ISPU-nya masuk kategori apa. Dan alat akan tetap dipasang dengan 2 orang petugas dari DLH untuk beberapa hari ke depan sesuai perkembangan,” jelasnya.
Di sisi lain, untuk mengantisipasi dampak kebakaran ini, Tim Dinas Kesehatan yang langsung dikomandoi dr Azmi Dariumansyah akan menambah tim untuk membantu tenaga kesehatan di dusun 5 Muara Medak.
“Ini untuk mempersiapkan obat-obatan, masker, tabung O2, serta 1 ambulans untuk antisipasi angka kesakitan, baik pada masyarakat maupun petugas di lapangan. Dan pada hari ini sudah dibagikan 10 kotak masker N95 untuk petugas dan 10 kotak masker untuk masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran,” ungkapnya.(bas)

















