
PENDOPO, fornews.co-Lahan kebun dan sawah milik warga Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, menjadi rusak dan tanaman padi mati, lantaran tercemar minyak kondensat, milik PT Benakat Barat Petroleum (BBP) Kerja Sama Operasi (KSO) dari PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo.
Dari informasi, penyebab tumpahan minyak tersebut, karena adanya pecah pipa line transfer minyak dari Station Mini #69 ke station mini #06, di Desa Benakat Minyak, yang diduga proline kropos.
Menurut Anjas, warga sekitar, walaupun tumpahan minyak tersebut sudah cukup lama terjadi, tapi masih saja mengotori lahan kebun dan sawah warga. Apalagi, disinyalir pihak perusahaan hanya menutup pipa yang hanya mengalami kebocoran, sedangkan bekas tumpahan minyaknya dibiarkan mengalir sampai ratusan meter.
“Warga sudah berusaha bertemu dengan pihak perusahaan, tapi yang datang hanya karyawan biasa. Warga inikan butuh kepastian dari pihak KSO BBP. Kami heran, seharusnya tumpahan minyak itu dibersihkan, tapi ini malah dibakar, hingga menghanguskan tanaman disekitar,” keluhnya, Rabu (25/01).
Anjas menuturkan, akibat tumpahan minyak itu masih tersisa, tanaman di kebun dan padi warga sebagian sudah mati. Warga juga tidak bisa berbuat banyak, lantaran lokasi desa mereka cukup jauh di daerah perbatasan dan susah dijangkau.
“Justru sepertinya pihak perusahaan santai-santai saja, jika terjadi adanya yang pipa pecah. Kali ini kami minta perusahaan bertanggungawab, apabila ini dibiarkan, maka kami akan adukan masalah ini ke Pemkab PALI,” tegasnya.
Sementara, dihubungi terpisah, Humas PT BBP Anggit Widianto mengatakan, bahwa pipa milik perusahaan mereka bocor akibat korosi. “Pipa itu telah tua, peninggalan zaman Belanda. Itu sudah lama terjadi dan kami telah lakukan perbaikan, penutupan serta pembersihan bekas cecerannya. Untuk warga yang terkena dampak bocornya pipa, telah kami data, dan kami minta bersabar sebab kondisi keuangan perusahaan sedang mengalami krisis,” jawabnya. (lur)
















