MUARA ENIM, fornews.co – PT Bukit Asam Tbk menggagas pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim. Rencana ini mendapat dukungan penuh Pemprov Sumatra Selatan.
“Pemprov Sumsel sangat serius mendukung KEK di Tanjung Enim ini. Kawasan ini akan berdampak besar pada perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 40 PT Bukit Asam Tbk yang digelar di Gedung Serbaguna Bukit Asam, Tanjung Enim, Selasa (2/3/2021).
Deru mengatakan, pembangunan KEK tersebut diyakini membawa dampak positif bagi perkembangan Kabupaten Muara Enim khususnya kawasan Tanjung Enim. Apalagi, KEK tersebut berada tepat di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8. Di mana PT Bukit Asam berencana mengembangkan bisnis dengan membangun hilirisasi batu bara, berupa pabrik pengolahan gasifikasi yakni suatu proses perubahan bahan bakar padat secara termokimia menjadi gas berbahan dasar hasil tambang tersebut.
“Hilirisasi batu bara juga akan berdampak besar bagi masyarakat. Artinya batu bara akan diubah menjadi berbagai macam bahan bakar di pabrik gasifikasi itu. Hasilnya dari pabrik tersebut berupa gas LPG, minyak dan lainnya. Artinya kita tidak perlu lagi bergantung impor LPG sehingga bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat. Bahkan itu akan mempercepat PT Bukit Asam menjadi perusahaan energi dunia,” kata Deru.
Deru menyampaikan, memasuki usia 40 tahun bagi PTBA patut diapresiasi. Sebab selain mengembangkan bisnis perusahaan, PTBA juga terus berkontribusi memajukan Sumsel.
“Selama ini PT Bukit Asam telah berkontribusi untuk kemajuan Sumsel. PT Bukit Asam ini tidak hanya fokus untuk melakukan penambangan, namun reklamasi lingkungan dan reboisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat baik. Mudah-mudahan kekayaan Sumber Daya Alam di Sumsel ini dapat juga bermanfaat bagi anak cucu kita,” tutur Deru.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin mengatakan, dalam perjalanan selama 40 tahun, banyak tantangan dan rintangan yang dilalui PTBA. Namun hal itu bukan melemahkan namun justru membuat PTBA semakin matang dalam mengembangkan bisnis pertambangan tersebut.
“Terbukti saat ini produksi PT Bukit Asam semakin meningkat dan ekspor semakin menggeliat. Bahkan di tengah pandemi saat ini kita masih mencetak laba positif. Inilah yang patut kita syukuri,” katanya.
Sebagai kontribusi pada masyarakat, pada tahun 2020, PT Bukit Asam mengucurkan CSR sebesar Rp128 miliar untuk pembangunan di Sumsel.
“Pak Gubernur pun menginisiasi dana tersebut untuk pembangunan 10 gedung olahraga di Sumsel dengan harapan dapat membangkitkan minat olahraga masyarakat,” ujarnya.
PT Bukit Asam juga berkontribusi dalam membantu penanganan Covid-19 di Sumsel. Di mana dana lebih dari Rp25 miliar dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dan Rp6 miliar untuk pengadaan PCR dan perlatan pendukung lainnya.
“Tantangan ke depan semakin berat. PT Bukit Asam bukan hanya menjadi perusahaan pertambangan namun juga perusahaan energi dunia yang harus dikembangkan. Mudah-mudahan PT Bukit Asam menjadi pelopor hilirisasi batu bara,” tukasnya. (ije)

















