PALEMBANG, fornews.co– Fraksi Partai Gerindra DPR RI meminta pemerintah mengkaji ulang, memperbaiki dan mengevaluasi kembali, terkait rilis dari Kementerian Agama (Kemenag) tentang 200 nama Mubaligh atau Penceramah Islam Indonesia yang direkomendasikan beberapa hari lalu.
“Kami berharap pemerintah mengkaji ulang, memperbaiki dan mengevaluasi kembali. Jangan sampai ini menjadi memperkeruh kerjasama komunikasi antar agama,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Edhy Prabowo, di sela-sela kunjungannya mendampingi Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahudin Uno, ke Palembang, Minggu (20/05).
Edhy mengungkapkan, seharusnya kalau bicara tentang agama itu pemerintah lebih bijaksana. Kalau mau menentukan menentukan jumlah itu, mbok ya ada standarnya dulu.
“Pengumuman itu dasarnya apa. Apa iya pemerintah bisa menentukan siapa yang paling baik dan benar tentang agama. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama ini meregulasi, kita kan mempercayakan adanya banyak kepercayaan, agama itu banyak, keyakinan itu juga banyak. Bukan lantas di kotak-kotakkan,” tegasnya.
Edhy menerangkan, apa yang sudah dilakukan, walaupun dengan latar belakang yang katanya harus sesuai dengan permintaan masyarakat dan sebagainya, juga harus di klarifikasi.
“Sudah tahu dalam berbicara tentang Agama Islam ini sangat luas, 90% masyarakat Indonesia ini muslim dan aliran muslim itu kan banyak juga. Ini yang harus kita nilai sebagai satu kekayaan budaya, yang harus disikapi dengan arif dan bijaksana,” terang Ketua Komisi IV DPR RI itu.
“Semua agama itu baik dan semua agama itu benar. Saya tidak tahu, apakah dasarnya 200 nama yang disebutkan pemerintah itu. Makanya, terus terang dalam pandangan pribadi, itu tidak pada tempatnya, malah justru melukai dan memancing adanya perpecahan. Lihat saja, bagaimana respon masyarakat di media sosial tentang itu,” tandasnya. (tul)

















