
BATURAJA, fornews.co – Dinas Sosial (Dinsos) Ogan Komering Ulu (OKU), mencatat setidaknya ada lima warga OKU yang dipasung karena mengalami gangguan jiwa. Hal ini disebabkan faktor kemiskinan, sehingga anggota keluarga tidak mampu untuk biaya pengobatan.
Kepala Dinsos OKU, Saiful Kamal didampingi Kasi Pelayanan dan Rehabilitas Napza mengatakan, angka itu diperkirakan masih banyak lagi yang dipasung namun tidak terpantau oleh Dinsos. Kelima orang gila yang dipasung tersebar dibeberapa desa di antaranya dua orang Desa Karya Mukti, Kecamatan Sinar Peninjauan, satu orang di Desa Tebing Kampung, Kecamatan Semidang Aji, serta tiga orang di Desa Karang Kantang, Kecamataj Muara Jaya.
“Hambatan bagi kami, terkadang warga malu ketahuan ada salah satu anggota mereka mengalami gangguan jiwa. Ada juga yang takut jika melapor akan mengeluarkan dana perawatan,” Napza, Sabtu (13/05).
Ia menegaskan, Dinsos tidak pernah meminta sepeser uang pun kepada warga jika yang mengalami gangguan jiwa mendapat perawatan. Belum lama ini ada dua orang gila yang diantarkan pihak Dinsos untuk mengalami perawatan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang.
“Sugiono (22) warga blok c Desa Karyamukti, Sinar Peninjauan dan Umi yati, 18. Keduanya sudah di antarkan ke rumah dakit jiwa, pihak keluarga tidak sepeserpun dimintai dana, kita hanya meminta pihak keluarga memantau kekuarganya yang sakit jiwa setiap satu minggu sekali. Hal itu bertujuan untuk dapat memantau perkembangan kesehatan sipasien,” terangnya.
Ia juga mengimbau, kepada masyarakat yang keluarganya mengalami gangguan jiwa agar segera melapor ke Dinsos. “Silakan secepat mungkin melapor, karena setiap adanya pemasungan pasti yang mengalami gangguan jiwa tidak bisa terkontrol, sudah dipastikan dapat mengganggu masyarakat yang lain. Sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi, lebih baik melapor,” pungkasnya. (gus)
















