PALEMBANG, fornews.co-Gubernur Sumsel Alex Noerdin akhirnya merespon terhadap munculnya kritikan masyarakat di media sosial, yang menyebutnya sebagai Gubernur Palembang, lantaran dinilai hanya fokus pada Asian Games dan pembangunan Light Rapit Train (LRT).
“Banyak sekali masyarakat yang membicarakan kalau Gubernur Sumsel yang hanya fokus pada Asian Games dan LRT, disebut sebagai Gubernur Palembang bukan Sumsel,” ungkapnya, saat berbicara pada acara Kaledioskop akhir tahun 2017, di Griya Agung, Rabu (27/12).
Dihadapan para akademisi, tokoh masyarakat dan Pemimpin Redaksi media, Alex menerangkan, bahwa hal ini memang harus dijelaskan kepada masyarakat. Karena, membangun daerah tidak itu cukup hanya dengan menggunakan APBD, tapi harus masuk investasi dan bantuan dari luar yang tepat sasaran dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Saya sampaikan, menjadi kepala daerah sekarang tidak mudah. Kalau mau yang benar-benar, sangat sulit posisinya. Salah langkah bisa terpeleset dan hilang masa pengabdian bertahun tahun. Jadi, untuk menjadi kepala darerah itu harus spenuh hati, bukan menumpuk harta,” terangnya.
Untuk bisa menarik investasi, papar Alex, daerah tersebut harus dikenal dulu. Kalau tak dikenal, siapa yang mau berinvestasi dan dikenal secara baik. Alhamdulillah, sejak tahun 2008 Sumsel tidak pernah terjadi kerusuhan/konflik antar suku dan agama. “Nah untuk bisa dikenal itu, jalan yang paling cepat ya melalui kebudayaan dan olahraga. Maka kita pilih olahraga dan apa modal kita, modal kita Jakabaring,” paparnya.
Kemudian, orang nomor satu ini mengungkapkan, sudah tentu belajar dari pengalaman. Karena, kalau bisa jeli ada mata rantai yang tak terputus dan rencana matang untuk merebut Asian Games itu. Perhatikan saja, dari 2011 sampai 2017 sudah ada 39 even olahraga internasional sudah di gelar.
“Merebut Asian Games itu perjuangan dan luar biasa. Berdarah-darah dalam sidang pleno di hadapan Presiden dan Menteri. Karena, belum pernah terjadi Asian Games dilaksanakan di dua kota,” ungkapnya.
Kalau dikatakan sebagai Gubernur Palembang lantaran menggelar Asian Games, Alex menuturkan, bahwa itu Asian Games itu bukan tujuan utama. Tapi itu alat untuk mencapai tujuan utama.
“Beleive it or not, ada Rp68 triliun dana penyertaan modal negara dalam bentuk infrastruktur ada di sini. Kalau tidak ada Asian Games tidak ada LRT. Ada yang bilang Rp12 triliun kalau dibangun jalan di sumsel aman. Saya akui jalan rusak, karena minggu lalu saya ke OKU Timur dan permintaan mereka ya itu. Jawaban saya, bahwa dana untuk pembangunan itu berkurang secara signifikan karena ada efisiensi,” tuturnya.
Tapi pada 2018 nanti, urainya, pembangunan infrastruktur sudah bisa dilaksanakan. Sebaliknya, Alex juga mengingatkan kepada bupati dan wali kota, agar pandai pandailah memperbaiki jalan masing-masing daerah.
“Andakan gubernurnya, memang. Tapi, untuk tanggung jawab kita, sendiri megap-megap bagaimana membantu yang lain. Rakyat melihat tidak apa manfaat Asian Games itu. Memang mudah sekali orang mendebat dan mengkritik tentang Asian Games. Saya balik bertanya, kontribusi anda untuk pembangunan Sumsel itu apa,” tandasnya. (tul)

















