PALEMBANG, fornews.co – Bentrok dua organisasi masyarakat (ormas), antara Permaskot dengan Harimau Sumatera Bersatu, Selasa (6/1)2026), disesalkan Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, SE, MM.
Seperti diketahui, bentrok antara Permaskot dengan Harimau Sumatera Bersatu di Jalan Angkatan 45 atau depan Palembang Square (PS) Mall, diduga dipicu persoalan pengelolaan lahan parkir.
Sosok yang menjadi korban pada kejadian itu yakni, M Billy Putra Pratama (30) dari Ormas Permaskot, tercatat warga Jalan RE Martadinata Lr Amal No 3503 Kelurahan 2 ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, mengalami luka parah dan masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) AK Gani Palembang.
Korban Billy mengalami luka bacok di tangan sebelah kanan, jari tengah sebelah kanan putus, jari telunjuk sebelah kanan nyaris putus, luka di bagian lengan kiri, luka bacok di bagian kepala, dan luka tusuk sebanyak dua liang di bagian paha kiri.
Merespons hal tersebut, Andie menyatakan, bahwa peristiwa itu telah mencederai nilai-nilai kedamaian dan ketertiban yang selama ini menjadi karakter masyarakat Palembang.
Masyarakat Palembang, sambung dia, dikenal sebagai masyarakat yang damai, guyub, dan tertib, sehingga konflik horizontal yang melibatkan organisasi kemasyarakatan seharusnya tidak terjadi. Peristiwa utu juga, menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk kembali menjaga situasi keamanan dan ketenteraman masyarakat.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini, apalagi sampai menimbulkan korban luka-luka. Palembang adalah kota damai, masyarakatnya menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan ketertiban. Oleh karena itu, semua pihak harus menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” tegas dia, Selasa (6/1/2026) malam.
Sebagai Ketua DPRD Sumsel, Andie mengingatkan, meminta Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang untuk segera mengambil langkah konkret melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan masyarakat (Kesbangpol Linmas) untuk melakukan pembinaan, penataan, dan evaluasi terhadap organisasi kemasyarakatan yang ada.
“Ormas harus dikembalikan pada fungsi dan peran strategisnya, sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kohesi sosial, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah, bukan sebaliknya menjadi sumber konflik di tengah masyarakat,” kata dia
“Pembinaan dan penataan ormas sangat penting, agar mereka kembali pada khitahnya, mengamalkan ideologi Pancasila, terutama nilai persatuan dan kesatuan. Ormas tidak boleh keluar dari koridor hukum dan norma sosial,” imbuh Alumni Kampus Muhamadiyah Palembang itu.
Legislator Partai Golkar itu meminta, agar aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, profesional, dan objektif dalam menangani kasus bentrokan tersebut. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu, guna memberi efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
“Aparat penegak hukum harus menangani persoalan ini dengan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Penegakan hukum yang konsisten sangat penting demi menjaga wibawa hukum dan rasa keadilan di tengah masyarakat,” ungkap dia.
Dari kejadian ini, Andie berharap, harus dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan, untuk melakukan introspeksi dan memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan, persatuan, serta keharmonisan sosial di Sumsel, khususnya di Kota Palembang. (aha)

















