PALEMBANG, fornews.co – Kejadian bentrok dua organisasi masyarakat (ormas), antara Permaskot dengan Harimau Sumatera Bersatu, Selasa (6/1/2026) yang diduga dipicu soal pengelolaan lahan parkir mengundang banyak pandangan.
Salah satu pandangan itu dari DKD Garda Prabowo Sumsel, yang menilai peristiwa tersebut disebabkan paling tidak karena ada tiga faktor.
Sekretaris DKD Garda Prabowo Sumsel, Muhd Syarif menyatakan, tiga faktor yang dinilai menjadi penyebab bentrok antar-ormas di Palembang tersebut yakni adaya ego centris atau ego sektoral kelompok ormas yang masing- masing merasa benar, merasa kuat dan merasa berhak terhadap lahan perebutan.
Kemudian, sambung dia, lemahnya dialog antar-ormas di kota Palembang, yang jarang munculnya dialog dan diskusi dalam membahas atau menyelesaikan persoalan, dengan tidak dilakukan komunikasi formal, hingga keinginan para pihak yang bersengketa otomatis menjadi bahan pemicu tindakan kekerasan.
“Lalu, sempitnya lapangan pekerjaan. Bentrokan antara Harimau Sumatera dan Permaskot ini penyebabnya adalah rebutan lahan parkir yang muaranya adalah ekonomi kerakyatan untuk sekadar isi perut dan bayar kredit. Jadi duit ini bisa membuat teman jadi lawan bahkan persaudaraan menjadi pecah,” ujar dia, Rabu (7/1/2026).
Berkaca dari kondisi tersebut, ungkap Syarif, maka solusinya tentu meminta kepada Pemkot dan Polrestabes Palembang untuk terus melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para ormas, membekali dengan aturan aturan perundangan dan hukum sesuai fungsi AD/ART ormas masing-masing.
“Juga meminta Polrestabes Palembang untuk bertindak profesional terhdap peristiwa bentrokan dua ormas ini, menegakan hukum tanpa tebang pilih,” ungkap dia.
“Kami berharap kejadian serupa ini tidak terulang lagi. Karena stigma masyarakat palembang yang dinilai keras akan menjadi penyebab enggannya wisatawan lokal maupun nasional berkunjung ke kota yang kita cintai ini, ” imbuh dia.
Berikutnya, tambah Syarif, meminta Pemkot Palembang untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang bersumber dari APBD dengan program-program padat karya seperti beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, bentrok antara Permaskot dengan Harimau Sumatera Bersatu di Jalan Angkatan 45 atau depan Palembang Square (PS) Mall, Selasa (6/1/2026) kemarin, diduga dipicu persoalan pengelolaan lahan parkir.
Sosok yang menjadi korban pada kejadian itu yakni, M Billy Putra Pratama (30) dari Ormas Permaskot, tercatat warga Jalan RE Martadinata Lr Amal No 3503 Kelurahan 2 ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, mengalami luka parah dan masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) AK Gani Palembang. (aha)
















