PALEMBANG, fornews.co – Berkompetisi di Liga 2 membuat Sriwijaya FC tak bisa jor-joran membangun skuat seperti di Liga 1. Tanpa pemain asing, kini saatnya manajemen memberikan kesempatan kepada pemain asal Sumatra Selatan membela Sriwijaya FC.
Mantan Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat mengatakan, sesuai regulasi Liga 2, kluh tidak diizinkan diperkuat pemain asing. Ini menjadi kesempatan bagi manajemen mengorbitkan pemain-pemain asal Sumsel ke pentas sepak bola nasional.
“Lihat dulu anggarannya ada berapa? Karena untuk rekrut pemain harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Kalau mau rekrut pemain yang bagus, pemain kita (SFC) juga bagus-bagus, pemain lokal (Sumsel) bagus,” ujarnya, Kamis (28/02).
Menurut Ucok, tekanan di Liga 2 tidak sebesar Liga 1. Maka dari itu tidak ada salahnya, pemain lokal Sumsel diberi porsi besar dalam skuat SFC musim ini.
“Anak-anak kita ini hebat-hebat. Kasih kesempatan mereka ini. Selama ini di Liga 1 (merekrut) pemain yang sudah jadi karena kita tidak mau ambil risiko, tapi kenyataannya sama saja. Jadi saya pikir sudah saatnya kasih kesempatan mereka di Liga 2,” katanya.
Dari pengalaman menjadi manajer musim lalu, Ucok menyayangkan kenyataan bahwa pemain lokal hanya dijadikan sebagai sparing partner saat latihan.
“Tapi kalau manajemen SFC nanti kasih kesempatan mereka main di Liga 2, Insya Allah mereka bisa bersaing. Tinggal lagi bagaimana manajemen memberikan treatment selama kompetisi. Selain itu mengontrak pemain lokal bisa menekan bujet pengeluaran tim,” tukasnya. (ije)
















