PALEMBANG, fornews.co – Sekitar 548 jiwa korban kebakaran di Gang Santai, Jalan KI Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang, hingga hari ini belum mendapat tempat pengungsian laik huni.
Kebakaran Rabu (10/07) kemarin pagi menghanguskan 113 rumah warga yang terdiri dari bangunan batu dan kayu.
Pantauan fornews.co di lokasi, warga korban kebakaran yang tidak mempunyai tempat tinggal lagi, kini hanya memanfaatkan puing-puing bangunan rumah mereka dengan membuat atap dari terpal dan alas tikar seadanya.
Kalaupun ada posko pengungsian untuk tempat warga menginap dari Kementrian Sosial, itu belum sepenuhnya siap. Hanya berupa tenda besar dan belum dilengkapi fasilitas alas tempat tidur, tikar, pakaian dan lain sebagainya.
Kabid perlindungan dan Jaminan Sosial dari Dinas Sosial Kota Palembang, M Azhari Romli mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyurati Kementrian Sosial untuk mendapatkan bantuan lebih besar lagi. Untuk saat ini, Dinsos Palembang baru bisa melakukan penanganan awal untuk menyediakan konsumsi.
Menurutnya, persiapan konsumsi yang masuk dalam kategori bencana nasional ini volumenya termasuk besar. Saat ini bahan makanan dipersiapkan untuk kebutuhan warga selama 14 hari.
“Ini darurat, jadi kita mengusahakan konsumsi terlebih dahulu agar mereka tidak kelaparan,” kata Azharu, Kamis (11/07).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pihaknya sedang mengusahakan bantuan – bantuan dari berbagai pihak untuk para korban.
“Ini ada bantuan dari Bulog, saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya. Kami juga ada bantuan makanan berupa mi dan sebagainya. Kita akan coba lengkapi yang belum lengkap, nanti kita menghimpun bantuan dari pihak lain,” ujarnya.
Fitri pun mengimbau kepada masyarakat yang sakit bisa berobat langsung ke Pukesmas.
“Nanti akan kita data melaui Camat apa yang menjadi kebutuhan, setidaknya mereka bisa tidur dengan nyaman. Dan saya juga mengimbau kepada warga yang rumahnya tidak terbakar agar memberikan ruang untuk anak-anak tinggal,” tandasnya.(irs)

















