BATURAJA, fornews.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU, mulai fokus mempersiapkan untuk tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020 medatang.
Plt Sekretaris KPU OKU, Andri Bastian S Sos memperkirakan kebutuhan anggaran Pilkada di daerah ini bisa memakan biaya dua kali lipat dari Pilkada sebelumnya (2015).
“Pilkada yang lalu menelan anggaran sebesar Rp23.250.000.000. Pilkada mendatang bisa dua kali lipatnya,” ujarnya didampingi Kasubbag Logistik Sekretariat KPU OKU, Suyatno Kamis (20/06).
Andri menjelaskan, besarnya anggaran yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten OKU, mengingat logistik seperti kotak dan bilik suara yang dipergunakan pada Pemilu serantak 17 April lalu, sifatnya sekali pakai dan didistribusikan dari KPU RI.
Sementara Pilkada 2020 mendatang, pihaknya tidak menerima, melainkan mengadakan sendiri untuk bilik dan kotak suara tersebut.
“Selain itu, standar gaji penyelenggara Pemilu adhoc. Pilkada kali ini dialokasikan sesuai dengan standar Pemilu April yang lalu dan dialokasikan sekitar selama 6 bulan,” sambung Andri.
Selain itu, lanjut Andri, pihaknya juga merencakan anggaran untuk pelaksanaan launching Pilbup dan debat kandidat. “Begitu juga sosialisasi calon bupati dan wakil bupati diakomodir dalam anggaran ini,” imbuhnya, seraya mengatakan Pilkada bakal diselenggarakan pertengahan 2020.
Ditambahkan Andri, tahapan Pilkada Kabupaten OKU, sudah dimulai September 2019 mendatang. Dengan demikian, KPU OKU akan mulai membahas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan Pemkab setempat di bulan itu juga.
“Kita berharap pengajuan anggaran yang diajukan nantinya dapat disetujui pihak eksekutif dan legislatif (Kabupaten OKU),” kata Andri. (gus)

















