PALEMBANG, Fornews.co – Satu jemaah umrah harus dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Lantaran, mengalami batuk dan sesak napas sepulang dari ibadah umrah, Kamis (05/03).
Jemaah tersebut yakni berinisial F, perempuan berusia 77 tahun.
Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri mengatakan jemaah ini diketahui mengalami batuk serta sesak napas sepulang dari Arab Saudi, Rabu (04/03) sehingga sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Hermina. Namun, dikarenakan khawatir sehingga jemaah tersebut dirujuk ke RSMH Palembang.
Menurutnya, gejala yang dialami jemaah tersebut wajar. Mengingat, usia jemaah sudah mencapai 77 tahun. Meskipun begitu, dikarenakan prosedur sehingga jemaah harus dirawat di ruang isolasi. Menurut dugaan sementara, jemaah ini mengalami radang paru-paru. Namun, pihaknya harus mengambil sampel untuk dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Sampelnya sudah kami kirim hari ini, dan hasilnya akan dikeluarkan tiga hari mendatang,” jelasnya.
Terkait pasien jemaah umrah berinisial, M (64) warga Prabumulih, Sumsel. Ia mengaku juga sudah mengirimkan sampel pada Rabu (04/03). Dirinya berharap hasil sampel ini negatif sehingga jemaah umrah tersebut dapat dikeluarkan dari ruang isolasi.
“Semoga hasilnya nanti negatif dan kami akan sampaikan hasilnya nanti,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala bagian Humas RSMH Palembang, Ahmad Suhaimi mengatakan, pasien ini sebelumnya dirawat di RS Hermina dan dirujuk ke RSMH Palembang pada Rabu (04/03).
Pasien ini memiliki gejala yang sama dengan pasien sebelumnya yakni batuk dan sesak nafas. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah ada dugaan suspect Mers maupun CoVid-19.
“Saat ini pasien dirawat di isolasi karena sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. Kami juga sudah mengirimkan sampel pasien ke Balitbangkes Jakarta,” tutupnya. (lim)
















