PALEMBANG, fornews.co – Hari kedua Musda X Partai Golkar Sumsel di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, sempat diwarnai sedikit kericuhan, Kamis (05/03) siang.
Ratusan massa dari Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumsel yang hendak masuk ke ruang sidang dihalangi petugas kepolisian yang berjaga. Meski demikian, massa AMPI tetap bersikeras masuk untuk memberikan dukungan kepada kader terbaik mereka Andi Dinialdie yang maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel. Apalagi diketahui organisasi sayap Golkar lainnya yaitu Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) diizinkan berada di dalam ruang sidang.
“Sebagai ormas yang ada di Golkar kita punya hak yang sama. Dengan kondisi ini kami menilai, AMPI dianaktirikan. Kenapa kami tidak boleh masuk, sedangkan AMPG boleh,” ujar Iyan, perwakilan AMPI Sumsel.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji membantah jika aparat kepolisian yang mengamankan Musda Golkar Sumsel tidak netral. Anom menegaskan, pihaknya menjalankan tugas sesuai SOP dalam mengamankan pelaksanaan Musda.
“Kami disini hanya menjalankan tugas dan kami tidak berpihak. Siapa yang tidak memiliki ID Card resmi tidak boleh masuk,” tegas Anom kepada massa AMPI di depan lobi hotel.
Ditemui terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Prabumulih Ridho Yahya menerangkan, saat ini panitia melakukan verifikasi dukungan sebagai syarat calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel. Menurutnya, pada proses verifikasi ditemukan banyak dukungan yang dobel baik itu dari pengurus DPD II kabupaten/kota, hingga Ormas atau sayap partai.
“Iya, makanya sempat ada perdebatan sehingga sidang diskor. Persoalannya seperti dukungan suara DPD II OKU yang ada dua Plt, satu surat dari DPP dan satu dari DPD I. Sedang diverifikasi mana yang sah,” tuturnya. (ije)

















