BATURAJA, fornews.co – Setahun jelang Pilkada OKU, suhu politik di Bumi Sebimbing Sekundang mulai menghangat. Salah satunya dikarenakan pernyataan mantan Bupati OKU Eddy Yusuf yang akan bertarung di Pilkada OKU 2020.
Kepastian itu disampaikan langsung Eddy, Jumat (18/01). Menurutnya, pengumuman mengenai dirinya maju di Pilkada OKU 2020 baru akan dilaksanakan setelah usainya gelaran Pemilu Serentak 17 April mendatang. Namun ternyata kabar mengenai niatnya maju kembali di Pilkada telah beredar di masyarakat.
Diakui mantan Wakil Gubernur Sumsel ini, dirinya termotivasi untuk kembali membangun OKU setelah mendapat masukan masih tingginya animo masyarakat yang memintanya untuk kembali memimpin OKU.
“Memang banyak masyarakat termasuk elemen organisasi meminta saya untuk kembali mencalonkan diri di Pilkada OKU 2020 nanti. Prinsipnya kalau masyarakat masih menghendaki saya menjadi Bupati OKU, kenapa tidak. Mumpung saya masih bisa berbuat, saya siap secara lahir batin. Hanya saja, keputusannya kita tunggus sampai Pemilihan Umum Legislatif dan Pilpres selesai,” kata Eddy.
Sementara itu, Pengamat Politik OKU, Marratu Fahri mengatakan, keinginan Eddy Yusuf untuk kembali bertarung di Pilkada OKU merupakan hak semua warga negara. Menurut Kepala Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Baturaja ini, Eddy Yusuf masih memiliki orang-orang loyalis terhadap dirinya. Ditambah sebagian besar masyarakat juga masih banyak yang mengenal sosok Eddy Yusuf.
“Saat beliau memimpin OKU, banyak pembangunan dan infrastruktur yang dibangun. Serta saat meninggalkan OKU, Eddy Yusuf tidak meninggalkan cacat di mata masyarakat. Bukan berarti Bupati dan Wakil Bupati sekarang tidak ada prestasi. Banyak yang telah diraih era kepemimpinan Kuryana dan Johan, mulai dari segudang penghargaan, termasuk dapat Piala Adipura 2 kali berturut-turut. Pembangunan juga ada walau tidak sebesar mega proyek zaman Eddy Yusuf, “ kata Fahri
Mengenai konstelasi politik di Pilkada OKU 2020 seiring berkembangnya wacana incumbent akan saling bersaing, Fahri menjelaskan, semua calon kandidat Bupati OKU memiliki kans yang besar untuk menduduki kursi orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang ini.
“Yang perlu diperhatikan jika ada wajah baru yang ikut dalam pertarungan perebutan kursi Bupati OKU. Sebab, ketiga kandidat kuat ini pasti masuk dalam lingkaran pertarungan yang sangat hebat, mulai dari perbedaan visi-misi dan pasti akan banyak keluar kampanye hitam yang saling menjelekkan satu sama lain. Nah jika ada wajah baru yang masuk dalam pusaran konflik dengan tiga orang yang pernah memimpin di OKU ini, maka orang tersebut akan dengan mudah melenggang mulus mengambil suara masyarakat OKU yang bosan dengan konflik yang dilempar para loyalis,” kata Fahri.
Fahri memprediksi akan ada banyak kampanye hitam yang terjadi jika ketiganya maju mencalonkan diri sebagai Bupati OKU. Mengingat ada rekam jejak pada ketiganya yang bisa dimanfaatkan para pendukung mereka untuk mempengaruhi masyarakat OKU.
“Sudah pasti akan ada banyak kampanye hitam jika ketiganya maju. Nah semua itu sudah masuk ranah Bawaslu untuk menganalisanya,” tegas Fahri.
Namun, Fahri berkeyakinan, walau ketiganya maju dan menjadi Bupati OKU, suasana politik di OKU tidak akan berubah. Termasuk suasana kenyamanan di OKU masih tetap seperti sedia kala.
“Tidak akan ada perubahan politik di OKU. Tidak tahu jika ada calon keempat yang akan dengan tiba-tiba muncul,” pungkas Fahri.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten OKU Asbarudin mengatakan, Partai Perindo siap menjadi partai pendukung bahkan pengusung Eddy Yusuf dalam pencalonannya kembali mejadi Bupati OKU.
“Kita semua tahu track record pak Eddy Yusuf. Jika Perindo diminta untuk menjadi salah satu perahu yang akan mengantarkan Pak Eddy mencalonkan diri menjadi Bupati, Perindo siap kapanpun diminta pak Eddy,” kata Asbaruddin. (gus)

















