PALEMBANG, fornews.co – Masyarakat penikmat kopi khususnya di Kota Palembang, semakin dimanjakan dengan keberadaan warung kopi modern yang hampir dapat ditemui di setiap sudut Ibu Kota Sumatera Selatan (Sumsel), ini.
Akhir-akhir ini, masyarakat Kota Palembang, mulai mengganderungi kenikmatan minuman dari tanaman (kopi) yang berasal dari Negara Afrika tersebut. Bagi pelaku usaha (enterpreneur) kuliner di daerah ini membaca peluang tersebut.
Salah satunya Rumah Tamu Cafe and Resto yang berlokasi di Jalan Sumpah Pemuda Blok M No 7, Palembang, tepat di malam pergantian tahun (Tahun Baru) 31 Desember 2017 membuka perdana (launching) tempat khusus bagi penikmat kopi dengan sebutan (Kopi Pojok).
“Pada malam launching nanti, bagi pengunjung yang berbelanja minimal 50K (Rp50.000), akan mendapat souvenir menarik. Kami juga menyediakan life music,” kata Manajer Rumah Tamu Cofe and Resto Yuliani, kepada fornews.co Jumat (22/12).
Sambung Yuli, konsep Kopi Pojok sendiri dengan pangsa segala usia. Ia menyadari, penikmat kopi yang dulunya hanya bagi orang tua dan kaum adam, namun sekarang sudah tidak mengenal usia dan jenis kelamin.
Ia juga menjelaskan, untuk jenis kopi yang disuguhkan di Kopi Pojok nantinya tidak ada spesifikasi, jenis dan asal kopi. Menurutnya, kenikmatan kopi tinggal bagaimana cara menyajikan dan suasana juga dapat mempengaruhi.
“Memang pada dasarnya, yang kami jual itu tempat bagi penikmat kopi. Selain strategis, juga tepat di tengah kota,” tuturnya.
Sekilas informasi, beberapa daerah di Sumatera Selatan (Sumsel), kopi merupakan salah satu komoditas yang dibudidayakan. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Kopi Arabika (Coffea Arabica).
Kopi sendiri telah dicatat se abad ke-9 dan hanya ada di Ethiopia, di mana biji-bijian asli ditanam oleh orang Ethiopia dataran tinggi. Akan tetapi, ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya, biji kopi pun telah meluas sampai ke Afrika Utara, dan biji kopi di sana ditanam secara massal.
Dari Afrika Utara, itulah biji kopi mulai meluas ke Asia sampai pasaran Eropa, dan ketenarannya sebagai minuman mulai menyebar. (ibr/berbagai sumber)
















