JOGJA, fornews.co — Melalui Safari Qurban dan Bakti Sosial, Lazismu DIY menyalurkan hewan kurban ke sejumlah wilayah terpencil di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Idul Adha 1446 H/ 2025 M.
Penyaluran dan penyembelihan hewan kurban oleh Lazismu DIY di Gunung Kidul di antaranya berada di Masjid Al Fajri, Dusun Jati, Kelurahan Candirejo, Kapanewon Semanu.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara tahunan melainkan menjadi simbol semangat pengorbanan, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah yang menjadi inti dari Hari Raya Idul Adha,” terang Jefree Fahana, S.T., M.Kom., selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY.
Lazismu DIY bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCMP) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Umbulharjo, melaksanakan penyembelihan hewan kurban 3 ekor kambing dan 1 ekor lembu.
Ketua Takmir Masjid Al Fajri mengucapkan terima kasih kepada Lazismu DIY karena telah memperhatikan wilayah terpecil seperti Dusun Jati.
“Kami Jama’ah Al-Fajri mengucapkan banyak terima kasih. Semoga semuanya menjadi amal ibadah dan jangan diputus sekali ini, mari lanjutkan silaturahmi di masa mendatang,” ucap Kasman dikutip dari Lazismu DIY, Sabtu, 14 Juni 2025.
Kasman mengungkapkan meski tempatnya yang terpencil jauh dari pusat pemerintahan, namun, masyarakat di Dusun Jati hidup rukun dan tentram.
Di Dusun ini terdapat satu masjid, satu gereja Kristen Baptis, satu gereja Kristen Pentakosta dan satu Kapel Katolik, mencerminkan harmoni antarumat beragama di pedesaan.
“Semua hidup berdampingan tanpa ada masalah,” ungkap Kasman.
Berdasarkan laporan Lazismu DIY, salah seorang tokoh Dusun Jati bernama Wasina mengungkapkan sejak awal berdirinya Masjid Al Fajri tahun 1992, hanya terdapat 8 kepala keluarga dengan 21 jiwa.
“Kini telah berkembang menjadi 42 kepala keluarga dengan 129 jiwa,” ujar Wasina.
Dengan adanya kegiatan Lazismu, Wasina, secara terbuka mengajak kepada siapapun untuk silaturahmi di Dusun Jati berkunjung ke Jama’ah Al Fajri.
“Semoga semangat berbagi kurban dapat terus mengalir ke pelosok-pelosok negeri sebagai wujud cinta kepada sesama, dan pengabdian kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’ala,” pungkas Jefree.

















