JOGJA, fornews.co — Tragedi banjir dan longsor di Sumatra serta sejumlah wilayah Indonesia mengguggah komunitas seni untuk bergerak.
Puluhan perupa dan pegiat seni rupa lintas daerah tidak tinggal diam. Karya menjadi bentuk kepedulian melalui pameran lukisan bertajuk “Hamemayu Hayuning Bangsa”.
Pameran yang digelar oleh Galery Nusantara Citrakara ini dirancang sebagai pameran sekaligus aksi solidaritas.

Nusantara Citrakara sendiri merupakan komunitas seni lintas daerah yang dihuni perupa dari Jogja, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
Pameran ini menempatkan bencana bukan hanya peristiwa alam, melainkan realitas sosial yang harus direspons.
Para seniman menerjemahkan duka, kehilangan, dan kerusakan ke dalam bahasa visual. Mereka menghadirkan karya yang lahir dari pergulatan batin, imajinasi, sekaligus kesadaran kemanusiaan.
Karya-karya yang dipajang tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga dilelang dan dijual. Sebagian besar hasilnya akan disalurkan bagi warga terdampak banjir di Sumatra.

Pameran akan berlangsung secara luring dan daring. Agenda utama dibuka dengan lelang karya pada 27–28 Desember 2025, disusul pameran umum hingga 4 Januari 2026.
Sebanyak 70 seniman ambil bagian, menampilkan hampir 100 karya dari beragam latar dan pendekatan artistik.
Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Gandu Resto, Berbah, Sleman, milik seniman Jack Sudjajijono.
“Sistem penjualan dan lelang diterapkan secara terbuka dengan skema pembagian hasil yang menempatkan donasi sebagai prioritas utama,” kata perwakilan panitia.

Didukung kurator dan tokoh seni nasional, pameran ini dijalankan dengan semangat gotong royong. Bahkan aspek teknis acara, seperti konsumsi, dikelola secara swadaya.
Melalui tema “Hamemayu Hayuning Bangsa”, seni kembali ditegaskan fungsinya tidak hanya sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai sikap.
Di tengah bencana, karya menjadi suara empati, dan pameran ini menjelma jembatan antara kreativitas dan kemanusiaan.

















