JAKARTA, fornews.co – Anda yang sudah merencanakan berlibur di akhir tahun harap bersabar. Karena libur panjang pengganti cuti bersama Lebaran di akhir tahun 2020 bisa diperpendek atau ditiadakan sama sekali.
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, angka kenaikan kasus positif dua hari terakhir berada di atas 5.000 di mana pada Jumat (13/11) terdapat 5.444 dan Sabtu (14/11) terdapat 5.272 kasus. Angka tersebut relatif mengalami peningkatan dibanding beberapa minggu terakhir.
“Bahkan (kasus) tiga hari lalu mencapai rekor tertinggi selama 8 bulan penanganan COVID-19 (di Indonesia),” ujar Doni saat menjawab pertanyaan wartawan pada konferensi pers dari RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet yang disiarkan langsung kanal YouTube BNPB, Minggu (15/11).
Meski demikian, lanjut Doni, kalau dibandingkan dengan kondisi pasca libur panjang akhir Oktober dengan Agustus akhir dan September awal, angka pasien yang dirawat masih dalam kondisi terkendali.
“Oleh karenanya, Satgas masih mengikuti perkembangan sampai satu minggu yang akan datang. Apakah dampak dari libur panjang kali ini signifikan terjadinya kasus atau memang sudah semakin baik masyarakat menerapkan liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan,” katanya.
Doni menyebutkan, kalau memang diketahui kasusnya tidak mengalami peningkatan dan bisa mengendalikannya dengan baik, Insyaallah pada akhir tahun nanti kita memberikan masukan kepada pemerintah untuk bisa melanjutkan libur panjang.
“Akan tetapi kalau kasusnya meningkat seperti periode libur panjang Agustus dan September lalu, maka tentu rekomendasinya adalah libur panjang diperpendek atau ditiadakan sama sekali,” tegasnya. (ads/ije)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

















