BATURAJA, fornews.co – Warga di tiga kecamatan (Lubukbatang, Peninjauan, dan Kedaton Peninjauan Raya) Ogan Komering Ulu (OKU), keluhkan kondisi jalan utama yang menghubungan ke Ogan Ilir (OI), rusak parah. Tambal sulam dari pemerintah tak berdampak pada kebaikan infrastruktur penunjang ekonomi warga yang mayoritas petani karet tersebut.
H Aldawi salah satu tokoh warga KPR (Kedaton Peninjauan Raya) menyampaikan, dalam 3 tahun terakhir ada kegiatan perbaikan tambal sulam pada jalan provinsi tersebut. Hanya saja, belum selesai yang dikerjakan yang lain sudah rusak lagi. Saat ini, lubang – lubangnya semakin dalam, dan semakin banyak.
“Lebih parah lagi ketika hujan turun, genangan air tersebut tak ubahnya seperti kubangan kerbau. Bahkan, tidak sedikit kendaraan yang melintas terjebak di lubang yang di genangi air,” ujarnya Senin (11/09).
Menurutnya, kawasan tersebut terbilang ramai dilalui truk dan kendaraan pertambangan, dikarenakan daerah perkebunan rakyat, dan berdampingan dengan perusahaan pertambangan minyak.
“Di sini, banyak kendaraan yang mengangkut hasil bumi seperti, karet, sawit dan jeruk, belum lagi armada proyek pertambangan minyak dan angkutan umum, kalau tidak segera di perbaiki bukan tidak mungkin daerah kami akan terisolir,” bebernya.
Senada dikatakan Jumairi, Karang Taruna Kecamatan Peninjauan. Pihaknya mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk menganggarkan perbaikan jalan di wilayahnya. “Kecamatan Peninjauan, yang di kenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi, tapi jalannnya rusak parah. Kapan lagi kami sebagai rakyat kecil dapat menikmati pembangunan,” ucapnya.
Selain itu kata Jumairi yang menjabat sebagai Sekretaris Karang Taruna ini, dengan kondiai jalan rusak sangat berpengaruh terhadap hasil bumi, baik itu perkebunan rakyat maupun perusahaan perkebunan. “Akibat jalan tidak pernah bagus, mempengaruhi nilai jual hasil bumi, alasan pembeli biaya angkut yang mahal,” sesalnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) OKU, H Helman melalui Kabid Perawatan Jalan dan Jembatan H Muzaim saat di konfirmasi mengatakan bahwa tahun 2017 ini, ada pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten OKU dan OI.
“Informasi dari PU Provinsi ada dua item pembangunan di wilayah tersebut. Tapi berapa nilai pagu anggarannya kita belum tau,” kata Muzaim.
Pantauan, kondisi jalan di tiga kecamatan yakni Lubukbatang, Peninjauan dan KPR sudah semakin parah. Bahkan di beberapa titik sebagian badan jalan aspalnya sudah terkelupas sehingga menghambat aktivitas petani dalam mengangkut hasil bumi. (gus)

















