JOGJA, fornews.co — LIR ILIR FEST 2025 di Jogja Expo Center (JEC) 16-17 Agustus 2025 dihadiri oleh Ustadz Abdul Somad sebuah festival yang menyatukan dakwah dan silaturahmi.
“Dalam agama Islam diajarkan Innamal mu’minuuna ikhwah orang yang percaya kepada Tuhan itu bersaudara,” tuturnya kepada fornews.co di JEC.
Digunakan kata ikhwah itu waja’a ikhwatu yusuf datang saudara-saduara kandung Yusuf.
Fainkana ikhwatun fa liummihissudusu kalau orang yang meninggal punya saudara kandung ibunya mendapat seperenam.
Artinya, kita ini beda suku, beda pulau, beda tempat, beda bahasa, tapi kita bersaudara seperti saudara kandung. “Mudah-mudahan perasaan kita begitu semuanya.”
“Ustadz kenal dengan ustadz Lukman,” selorohnya menirukan pertanyaan jamaah sembari bercanda.
UAS kemudian menjawab sendiri dalam monolognya. “Beliau saudara saya. Seperti saudara kandung. Lain ayah, lain ibu, lain pulau.”
“Ustadz kenal dengan habib Muhamad bin Anis?” kembali menirukan pertanyaan jamaah dalam monolognya.
Kata UAS, Alhamdulillaah kita ketemu bapak Syukri Fadholi, ustdaz Ridwan, bapak Penewu I Nyoman, “Kalau tuan pergi ke Medan jangan lupa beli ikan, kenapa hari ini kita nyaman? Karena kita bersama dengan bapak Nyoman.”
Ada pula habib Muhamad bin Anis, habib Ja’far, ustad Lukmanul Hakim. Dan, tentu saja orang-orang yang menyatukan kita dalam hati yang bersih qalbun salim, Ustadz Salim Abdullah.
Nah! sambung UAS, setelah kumpul jangan hanya duduk-duduk, nongkrong-nongkrong, “Tetapi mau dibawa ke mana hubungan kita?”
Jadi, kata UAS, setelah duduk bersama dan sudah ngaji tetapi juga perlu beli pakaian agar supaya uang dari umat dapat berputar.
“Bagaimana mulai dari sepatu sampai…” ujarnya terputus lalu dilanjut membicarakan sepatu dan sandal.
“Saya ngomong sepatu di mulut, tapi di hati saya sandal sebenarnya,” sambungnya disambut tawa bahagia ratusan jamaah.
UAS menjelaskan bahwa Islam bukan hanya sekadar sholat, puasa, zakat, dan haji.
Ia lantas mengajak menengok sejarah Rasulullaah Muhammad Shalallahu ‘Alayhi wassallam yang lekat dengan dagang sebagai simpul silaturahmi.
“Rasulullaah Muhammad Shalallahu ‘Alayhi wassallam, bin Abdullaah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai. Qushai yang membangun rumah besar di Kota Mekkah bernama Darunnadwah, yang menyediakan air minum kakek-kakeknya juga,” papar ustadz Somad.
Lalu, lanjut UAS, kemudian ketika usia 2 bulan dalam kandungan ibunya Aminah binti Wahab, ayahnya wafat. Begitu juga dalam perjalanan dagang.
Bahkan, ketika riba pertama diharamkan, riba Abbas pamannya, dan pertemuannya dengan Hadijah juga adalah pertemuan dagang.
“Jadi, Khadijah dengan Nabi itu bukan ketemu dalam tabligh akbar. Tapi, ketemu perjalan dagang. Bisnis. Perjalanan Nabi dengan Abu Thalib juga perjalanan dagang,” ungkapnya.
Masih kata UAS, dan bahkan perjalanan para ulama sampai ke Nusantara tidak mudah. Mereka dipukul ombak dihempas gelombang dengan kapal kayunya sampai ke negeri ini.
“Dan mereka juga selalu ditulis dalam sejarah Islam dibawa oleh pedagang,” ujarnya.
Ustad Somad kembali menegaskan Islam yang dibawa oleh para ulama juga memiliki darah bisnis, berdagang dan berniaga.
Di depan ratusan jamaah, UAS menceritakan kisah tokoh Junaid al-Baghdadi yang bermazhab Syafi’i namun juga berdagang.
“Jadi, pagi-pagi Imam Junaid al-Baghdadi dari rumah buka toko. Dagang. Kalau ada yang beli dia layani kalau gak ada yang beli dia sholat sunnah 400 rakaat,” ujarnya.
Jika selesai berdagang, kata UAS, tokonya tutup. Pulang ke rumah, istirahat.
Lalu orang bertanya, kenapa buka toko? kata UAS. “Supaya nanti di akhirat kalau saya ditanya Allaah apa usahamu saya bisa jawab.”
Jadi, kata UAS, para ulama terdahulu tidak hanya mementingkan akhirat tapi juga dunia.
Maka, kata UAS, mereka genggam sesuai dengan doa yang diajarkan rabbana atina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah waqina ‘adzabannar.
“Ini bagian dari ajaran agama Islam,” terangnya.
LIR ILIR FEST 2025 juga dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti habib Muhamad bin Anies, ustadz Luqmanulhakim, ustadz Salim A. Fillah, Hyung Hammad, ustad Faizar.
Berikut jadwal LIR ILIR FEST 2025 hari kedua dari siang hingga malam:
13.00 – 15.00 Talk Show bertema “Pulang tak selalu Lewat Pintu yang Sama” narasumber habib Ja’far Al Jufri, Gus Ajir Ubaidillah, Muhamad Husein Gaza, dan Bang Fathurr.
15.45 – 17.15 Talk Show bertema “Jangan Lelah Mencintai Indonesia” bersama Mistery Guest dan Abdur Arsyad.
19.30 – 22.00 Puncak Acara LIR ILIR FEST 2025 “Seruan Syahdu dari 4 Penjuru” bersama ustadz Abdul Somad, ustadz Salim A Fillah, ustadz Luqmanulhakim, habib Muhamad bin Anies Shahab dan Jogja Hadroh Clan.

















