PALEMBANG, fornews.co – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir menyarankan agar Pemprov Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang segera mencari solusi tepat, agar proyek angkutan massal Light Rail Transit (LRT) bisa berguna untuk menyelesaikan masalah kemacetan di Palembang.
“Kita belum bisa terlalu memanfaatkan itu, karena jalur LRT Palembang belum dapat menangkap banyak penumpang. Terlebih di daerah padat penduduk, seperti Perumnas, Kertapati, Plaju dan beberapa daerah lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus mencari investor untuk mengembangkan proyek itu sebagai feeder-nya,” ujarnya, Senin (14/01).
Hafisz mengungkapkan, kepala daerah juga harus memiliki visi yang sama untuk pembangunan yang berkelanjutan, agar apa yang menjadi program jangka panjang dapat terwujud meskipun berganti kepempinan.
“Kalau saya lihat tiap ganti pemimpin, ganti juga prioritasnya. Belum ada sustainable development, selama itu masih terjadi, maka akan sulit untuk mewujudkan RPJMD itu. Seperti contoh, TAA (Tanjung Api-Api) itu sampai sekarang belum juga dapat beroperasi. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, potensi untuk meningkatkan perekonomian Sumsel dapat terwujud,” ungkapnya.
Anggota Fraksi PAN itu menerangkan, atas dasar itu maka solusi terbaik untuk kebangkitan Sumsel, yakni semua tokoh penting di Bumi Sriwijaya ini harus duduk bersama, membahas apa pembangunan yang perlu dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Termasuk juga masalah hilirisasi agar komoditas petani Sumsel seperti karet dan sawit lebih bernial jual tinggi. Bila perlu, wilayah Indonesia lain bisa membeli karet dan sawit dari Sumsel,” terangnya.
Selain terkait LRT, Hafisz memaparkan, bahwa anjloknya harga karet dan sawit dalam beberapa tahun ini juga menjadi persoalan bagi pemerintah. Jadi, untuk meningkatkan harga karet dan sawit, pemerintah atau pihak investor dalam membangun pabrik sawit maupun karet. “Dengan adanya hilirisasi, maka kita tidak tergantung lagi dengan harga pasar dunia karena selama ini harga karet dikontrol oleh internasional,” terangnya.
Hafisz menyambut baik, jika pemerintah menerapkan karet dijadikan bahan baku aspal. Karena, dengan itu maka harga karet diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. “Tentu karet kita juga kualitasnya harus diperbaiki, sehingga aspal akan menjadi lebih kuat. Dan karet tidak tergantung lagi dengan harga pasar,” tandasnya. (tul)

















