BELANDA, fornews.co—Lukisan Van Gogh, salah satu koleksi museum Singer Laren dicuri, saat darurat virus corona di Belanda.
Pihak Museum mengatakan pencurian terjadi pada malam dini hari, Senin (30/3/2020).
Sebuah lukisan ‘Lentetuin’, atau ‘Spring Garden’, yang menceritakan taman musim semi pastoran di Neunen dibuat tahun 1884, telah dipinjam dari Museum Groninger untuk sebuah pameran.

“Kami marah, terkejut dan sedih,” kata direktur jenderal penyanyi Evert van Os dalam siaran pers di YouTube.
Belum diketahui apakah ada barang lain yang dicuri meskipun laporan mengatakan pencuri sebenarnya menyasar potongan Van Gogh.
Menurut laporan setempat.pencuri memasuki museum sekira pukul 03,15 waktu Belanda.
Museum Singer Laren mengatakan, bahwa keamanan sudah sesuai prosedur protokol.
Direktur museum Jan Rudolph de Lorm sangat kaget dan kecewa setelah mengetahui adanya pencurian itu.
“Ini sangat sulit, terutama di masa-masa ini,” katanya.
Terkait merebaknya virus corona di dunia menyebabkan bioskop, tempat wisata, museum dan galeri yang menarik ribuan pengunjung telah tutup.
Di Inggris, Tate menutup museum dan galeri hingga 1 Mei 2020, yakni Tate Modern dan Tate Britain di London, Tate Liverpool dan Tate St Ives.
Perdana Menteri Boris Johnson telah mengimbau warga Inggris untuk menjauh dari pub, restoran, dan kumpul-kumpul.
Namun Lord Sumption mantan hakim agung di pengadilan tertinggi Inggris tahun 2018, mengecam beberapa pasukan polisi dalam peraturan baru.
Lord Sumption telah memperingatkan bahwa publik menampilkan “histeria kolektif” atas coronavirus.
“Tekanan terhadap politisi telah datang dari publik, mereka menginginkan tindakan,” katanya.
Menurut Lord, mereka tidak berhenti untuk bertanya apakah tindakan itu akan berhasil. Mereka juga tidak bertanya pada diri sendiri apakah biayanya akan layak dibayar. Mereka tetap ingin bertindak.
“Siapapun yang telah mempelajari sejarah di sini akan mengenali gejala klasik histeria kolektif,” katanya kepada Radio 4, The World At One.
Histeria itu menular, imbuh Lord, banyak orang malah membesar-besarkan ancaman.
“Kita bekerja sampai menjadi busa, justru kita malah membesar-besarkan ancaman dan berhenti bertanya pada diri sendiri apakah obatnya mungkin lebih buruk daripada penyakitnya,” pugkasnya. (adam)
FORNEWS OFFICIAL
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















