UNGARAN, fornews.co – Inovasi pengelolaan kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin membuat kagum 120 mahasiswa berprestasi Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper) yang mengikuti kuliah umum di Kebun Stiper Edu Agro Tourism KP2 Ungaran, Jawa Tengah, Jumat (4/12). Kuliah umum ini diikuti mahasiswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Seirama dengan kegiatan ini maka saya menjelaskan berbagai program Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex di mana salah satunya di awal tahun 2021 akan melakukan uji coba produksi energi dari sawit. Selain itu, Pemkab Muba mendorong petani sawit membangun pabrik sendiri dengan keluaran berupa Industrial Vegetable Oil (IVO) dan Crude Palm Oil (CPO),” ujar Plt Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muba Akhmad Toyibir.
Para mahasiswa ini berasal dari wilayah di Indonesia yang memiliki areal-areal perkebuan milik masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka diamanatkan untuk memperbaiki kualitas perkebunan kelapa sawit yang lebih baik, serta dapat mengawal siklus 25 tahun peremajaan sawit rakyat hingga hilirisasi peremajaan sawit rakyat yang mana implementasinya bagi mahasiswa mampu ikut berperan memajukan pekebun kelapa sawit mulai dari peremajaan sampai ke hilirisasi sehingga tercipta taruna sawit milenial.
“Hilirisasi kelapa sawit ini yang mampu menyerap produksi sawit petani dengan harga bersaing. Petani dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, sehingga hasilnya dapat diserap secara seimbang. Selain itu, petani tidak hanya menjual tandan buah segar (TBS) saja namun juga menghasilkan nilai tambah dari penjualan hasil pengolahan pabrik IVO maupun CPO,” jelasnya.
Akhmad Toyibir menjelaskan, ke depan kesejahteraan para petani sawit akan terwujud, di mana petani sawit akan dapat memproduksi sendiri bahan bakar berbasis kelapa sawit sehingga memiliki penghasilan tambahan.
“Sehingga nantinya, bersama-sama para petani berdaulat menjadi pekebun yang mandiri. Tentu saja ini merupakan sebuah wujud kemajuan dalam bidang perkebunan kelapa sawit bagi para petani,” tuturnya. (ije)
















