PALEMBANG, fornews.co – Sejak Sabtu (05/01) pengunjung yang akan masuk ke kawasan Jakabaring Sport City (JSC) mulai merasakan hal baru yaitu pemberlakuan tiket masuk elektronik. Sistem ini diklaim PT Jakabaring Sport City lebih efektif dari pemberlakuan tiket manual sebelumnya.
Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh mengatakan, JSC merupakan kawasan olahraga terintegrasi berstandar internasional. Maka sudah seharusnya sarana dan prasarana pendukungnya juga menggunakan sistem yang berlaku secara internasional.
“Di JSC ini kedepan pakai sistem cashless, tidak ada uang cash beredar di venue dan wahana permainan. Kita akan bekerjasama dengan beberapa bank untuk kemudahan transaksi di kawasan JSC,” ujar Meina pada konferensi pers di media center Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (07/01) sore.
Menurut Meina, pemberlakuan sistem tiket masuk elektronik ini sangat baik. Keunggulannya dibanding sistem manual antara lain tidak bisa dimanipulasi, setiap transaksi pengunjung terdeteksi mulai dari detik, menit, jam, laporannya bisa diketahui.
“Dengan tiket masuk elektronik ini maka bisa langsung diketahui laporannya. Sangat jauh perbedaannya kalau pakai manual. Kita sangat excited dengan kerja sistem ini,” tutur Meina.

Diakui Meina, sebelum menggunakan sistem tiket elektronik ini, penerapan tiket manual banyak kelemahannya. Yang paling terasa adalah tingkat kebocoran yang cukup tinggi. Sebab meski menggunakan tiket resmi namun di lapangan tidak bisa diketahui secara pasti apakah pengunjung yang membayar dikenakan tiket masuk atau tidak. Namun dengan penerapan tiket masuk elektronik ini, sekarang semua tersistem.
“Waktu pakai tiket manual per hari pemasukan di hari biasa hanya di kisaran Rp3 juta sampai Rp5 juta. Tapi dengan penggunaan tiket masuk elektronik ini meski baru diberlakukan beberapa hari namun telah menunjukkan progres yang signifikan. Pada Sabtu (05/01) tercatat pendapatan dari tiket masuk pengunjung sebesar Rp43.289.000. Sedangkan Minggu (06/01) sebesar Rp75.935.000,” terang Meina.
Ditambahkan Meina, kerja sama dengan PT Palang Parkir Indonesia (PPI) berlangsung selama tiga tahun dengan sharing laba 40% untuk JSC dan 60% untuk PPI selama dua tahun. Lalu masuk tahun ketiga jumlah sharing laba menjadi 50%-50%.
“Saat kerja sama selesai, maka semua akan menjadi milik JSC baik peralatan yang terinstal maupun sistemnya,” tukasnya.
Sementara itu Direktur Operasional PT PPI Aditya Purnawan Sestya menerangkan, pihaknya bekerjasama dengan PT JSC untuk mengelola tiket masuk elektronik. Disampaikan Aditya, selama ini sebenarnya tiket masuk sudah diberlakukan di JSC. Hanya saja, pihaknya masuk untuk menyempurnakan sistem yang terintegrasi di kawasan JSC.
“Kami tidak merubah apapun. Kami hadir cuma menambahkan alat penunjang keamanan, bikin keuangan tercatat, benchmark, dan transparansi. Dengan sistem ini jumlah orang masuk, kendaraan roda dua, roda 4, atau bus yang masuk bisa diketahui secara pasti dan tercatat. Hal ini sesuai keinginan BOD JSC dan pemerintah bahwa tidak ada lagi uang beredar di lapangan. Jadi dengan sistem ini lebih jujur, transparan, merata, dan dimaksimalkan sebagai biaya pengembangan infrastruktur yang ada di JSC,” paparnya. (ije)
Tarif Tiket Masuk Jakabaring Sport City
Orang Rp1.000
Sepeda Rp2.000
Sepeda Motor Rp5.000
Mobil Rp10.000
Bus Rp40.000
















