
PALEMBANG, fornews.co–Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar M.Sc menyampaikan, mencintai alam harus adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam.
“Manusia dan alam adalah satu, tidak bisa dipisahkan dari alam. Jadi, terhadap alam, manusia harus jujur mempersepsikan dan memperlakukannya, serta harus menjaga dari berbagai ancaman, harus mengelola dengan prinsip perlindungan. Kemudian untuk menata bersama sekarang adalah kembalikan fungsi alam hutan, lakukan tata kelola hutan yang seharusnya,” ujar Gubernur Sumsel Alex Noerdin, saat membacakan pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tingkat Provinsi Sumsel, di Halaman Plaza Parkir Depan Stadion Utama Jakabaring Sport City (JSC), Rabu (12/07)
Dalam pidato tersebut, Alex menerangkan, rakyat harus memulihkan sungai-sungai dari pencemaran yang sudah cukup berat. Banyak lagi kondisi lingkungan yang harus diberikan perlakuan dengan corrective action. Caranya, dengan satu nafaskan antara perlindungan dan pengelolaan serta jangan dikotomikan investasi dan lingkungan.
“Rusaknya ekosistem hutan atau berkurangnya pepohonan, akan mengubah siklus yang terjadi, dan berdampak kepada menurunnya jumlah ketersediaan air baik di permukaan maupun di dalam tanah. Demikian halnya dengan wisata alam, fenomena dan keindahan alam yang merupakan hasil proses alam itu akan hilang jika ekosistem terganggu,” terangnya.
Saat ini, jelas Alex, Indonesia dihadapkan pada tantangan yang nyata dalam hal perlindungan lingkungan dan alam. Dalam menata hubungan alam dan manusia, bukan hanya sekadar pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk tujuan profit manusia. Apalagi, bila profit itu hanya untuk segelintir manusia saja. “Lingkungan alam Indonesia membutuhkan perlindungan, mengingat lingkungan dan alam memiliki arti sangat besar dan bisa dikatakan menentukan hidup manusia, karena fungsi- fungsi alam yang bekerja juga bagi manusia atau sekaligus manusia menjadi bagian dalam landscpae ecology alam tersebut,” jelasnya.
Badan Lingkungan Hidup Dunia, atau United Nations Environment Programme (UNEP) sendiri, telah menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup 2017 yaitu ‘Connecting People to Nature’ atau Menyatu dengan Alam. (tul)
















