KAYUAGUNG, fornews.co – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan masker. Hal ini menyusul kekosongan stok masker yang dijual di sejumlah tempat seperti minimarket serta apotek.
Lisa, warga Kayuagung mengungkapkan sejak beberapa waktu terakhir masker memang sulit didapatkan. “Iya sudah berapa hari ini mau beli masker, tapi semuanya kosong mulai dari potek dan minimarket,” ujarnya, Kamis (19/03).
Dia menuturkan, tujuannya mencari masker untuk mengantisipasi agar tak terpapar Covid-19 yang kini tengah menghebohkan. Menurutnya, untuk mengantisipasi ini dia juga telah berusaha untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat seperti rutin mencuci tangan khususnya setelah beraktivitas dan hendak makan.
“Tapi tetap saja khawatir walau sebenarnya pemerintah sudah menyampaikan agar tidak panik. Salah satunya kalau pas mau belanja atau ada keperluan di luar,” katanya.
Pantauan wartawan fornews.co di lapangan, kekosongan stok masker ini memang terjadi di hampir semua apotek khususnya di wilayah Kecamatan Kayuagung. Salah seorang pegawai apotek di Kayuagung mengungkapkan, kekosongan ini memang telah terjadi sekitar sebulan terakhir.
Dikatakannya, kekosongan stok ini karena memang pihaknya belum mendapatkan kiriman dari distributor. “Kurang tau kak kenapa (belum dikirim). Dalam beberapa hari terakhir yang nanya (masker) juga cukup banyak apalagi pas isu virus Corona di sini semakin ramai,” kata pegawai yang enggan namanya disebut.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI, Iwan Setiawan mengungkapkan, untuk penggunaan masker sebenarnya diutamakan untuk orang sakit. Sedangkan untuk yang sehat lebih dianjurkan untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir atau Hand Sanitizier.
Menurutnya, bagi orang yang sehat paling efektif adalah cuci tangan dibanding pakai masker. Dijelaskannya, dalam pencegahan COVID-19 ini lebih efektif cuci tangan dengan sabun dibanding menggunakan masker.
Karena, Covid-19 menular melalui droplet atau percikan yang keluar dari mulut atau hidung orang yang sakit, lalu menempel pada berbagai benda seperti kursi, meja, atau di transportasi. “Benda-benda tersebut umum dipegang oleh banyak orang dan bisa memindahkan virus dari benda ke tangan seseorang,” katanya.
“Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik sudah cukup, untuk membunuh kuman yang ada di tangan. Tidak usah Hand Sanitizer kalau sulit, yang punya akses ke tempat cuci tangan, pakai saja sabun dan air,” ujarnya. (rif)
















