Matangkan Pendirian SMK Pertanian dan Prodi Budi Daya Kelapa Sawit, Ini yang Dilakukan Pemkab Muba

Plt Bupati Muba Beni Hernedi berbincang dengan rektor dan staf Institut Pertanian Stiper Yogyakarta di Gedung Rektorat Instiper Yogyakarta, Sabtu (14/4). (humas pemkab muba)

YOGYAKARTA, fornews.co – Pemkab Musi Banyuasin (Muba) terus mengambil langkah strategis dalam rangka pendirian SMK Pertanian jurusan kelapa sawit dan Politeknik jurusan budi daya kelapa sawit. Salah satunya adalah penandatanganan MoU dengan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta di Gedung Rektorat Instiper Yogyakarta, Sabtu (14/4).

Sebelum melakukan MoU, Plt Bupati Muba Beni Hernedi bersama Yayasan Muba Sejahtera melaksanakan studi banding. Dipilihnya Instiper Yogyakarta karena perguruan tinggi ini merupakan role model penyelenggaraan pendidikan khusus di bidang kelapa sawit (The Best Oil Palm University sarjana khusus kelapa sawit pada Agustus 2017) dan telah bermitra dengan perusahaan perkebunan besar dunia.

Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan, Muba memiliki ratusan ribu hektare kebun sawit. Namun industri sawit di Muba masih kurang ditopang oleh SDM terlatih yang berasal dari putra-putri Muba sendiri. Oleh sebab itulah Pemkab Muba mendirikan SMK dan Politeknik Pertanian dalam rangka menyiapkan lulusan unggul dalam rangka menyongsong hilirisasi hasil perkebunan di Muba.

“Kami datang kesini untuk menggali informasi kurikulum, pengelolaan dan rekruitmennya sehingga mempermudah kami menerima siswa SMK pertanian dan D-III Politeknik Prodi budi daya kelapa sawit,” kata Beni.

Menurut Beni, studi banding dan penandatanganan nota kesepahaman ini tidak putus begitu saja. Sebab pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan rapat kerja bersama instansi terkait dan juga legislatif untuk membicarakan persiapan pembentukan sekolah khusus pertanian Musi Banyuasin.

“Saya berharap kerja sama kita ini dapat mencetak SDM yang andal dan terdidik menyongsong hilirisasi hasil perkebunan Muba,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Instiper Yogyakarta DR Ir Purwadi MS dalam paparannya mengatakan, upaya peningkatan buah kelapa sawit harus dilakukan dengan cara budi daya yang baik dan benar. Untuk mencapai itu, para petani harus memiliki konsep dan sistem penanaman kelapa sawit yang benar juga.

“Faktor kuncinya ada tiga, pertama penggunaan teknologi yang baik, kemudian SDM yang kompeten, terakhir manajemen petaninya harus sehat,” jelasnya. (ije)

Loading...