PALEMBANG, fornews.co – Nahas dialami Ika Zalina (29) dan Alifah (5) saat melintas di Jalan Pangeran Ayin D/H Najamuddin, Jumat (03/01) sekitar pukul 10.00 WIB. Bibi dan keponakan ini tewas di TKP usai terlindas truk semen tak jauh dari Indogrosir Kenten.
Sementara Iis (26) ibu dari korban Alifah yang juga turut berboncengan motor dengan korban selamat dari peristiwa tragis tersebut. Sebab, arah Iis jatuh berlawanan dengan truk.
Kronologi kecelakaan maut ini berawal ketika ketiganya berboncengan menuju Pasar Lemabang dari rumahnya di Jalan Talang Keramat mengendarai sepesa motor Honda Revo dengan nomor polisi BG 5620 JAT. Namun, setibanya di lokasi kejadian, satu unit truk pengangkut semen yang dikemudikan Herman Sapriadi (53) berusaha menghindari lubang jalan hingga menyerempet motor korban.
Motor jatuh, kedua korban yaitu Ika dan Alifah justru mengarah ke ban truk. Tak ayal lagi keduanya terlindas ban truk dan tewas seketika karena luka berat di bagian kepala. Sedangkan, Iis berhasil diselamatkan oleh warga yang melihat kejadian tersebut dan dilarikan ke klinik kesehatan dekat TKP.
Saat dikonfirmasi, Kanit Laka Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Bambang Wiyono mengatakan, saat kejadian motor yang dikendarai korban berusaha memotong truk tersebut dari sebelah kiri. Namun di saat bersamaan, truk yang berusaha menghindari lubang banting setir ke kiri. Akibatnya, truk menyerempet motor hingga korban pun terpental.
“Kedua korban ini jatuh di bawah mobil truk. Sedangkan, satu korban lagi jatuh terpental keluar sehingga berhasil diselamatkan,” ujarnya, Jumat (03/01).
Menurut Bambang, kejadian ini merupakan kelalaian dari keduanya baik pengendara motor maupun pengendara truk. Keduanya sama-sama tidak mengantisipasi kondisi jalan yang rusak. Meskipun begitu, pihaknya saat ini masih memintai keterangan dari pengendara truk.
“Untuk kedua korban sudah diserahkan dan dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan,” tukasnya.
Sementara itu, Ahmad Syahri (36) suami korban Ika Zalina yang ditemui di Kamar Jenazah RSMH Palembang mengaku tidak menyangka peristiwa nahas ini menimpa istri dan keponakannya. Hal ini benar-benar di luar dugaannya. Karena, istrinya pamit ke pasar untuk membeli perlengkapan yang akan dikenakan saat foto keluarga. Namun rencana foto bersama itu tak akan pernah terwujud karena kepergian sang istri yang begitu mendadak.
“Istri saya ini pamit rencananya mau beli celana untuk berfoto bersama. Ini di luar dugaan saya,” tuturnya. (lim)

















