PALEMBANG, fornews.co – KRI Dewaruci tiba di Pelabuhan Boombaru, Palembang, Kamis (16/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Kapal antik milik TNI Angkatan Laut ini berlabuh 4 hari di Palembang dan dibuka untuk masyarakat umum.
Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Waluyo mengatakan, kapal ini sudah berlayar sejak tanggal 23 Juli lalu, dengan rute Surabaya, Makassar, Jakarta, Palembang, dan kembali lagi ke Jakarta. Menurutnya, pelayaran ini dalam rangka untuk mendukung Asian Games 2018.
“Waktu di Makassar tanggal 29 Juli, saya mengikuti Torch Relay Asian Games, di mana bapak Kasal hadir di kapal untuk membawa obor api Asian Games,” katanya dibincangi wartawan, Kamis (16/8).
Dia mengatakan, Kapal Dewaruci hanya akan berlabuh selama 4 hari di Palembang, selanjutnya pada tanggal 19 Agustus 2018 menuju Jakarta.
“Jadi di sini (Palembang) kita cuma 4 hari, karena pada jam 10.00 WIB tanggal 19 Agustus, kita sudah harus berada di Jakarta untuk persiapan sebagai background perlombaan jetski dan layar di Ancol. Jadi, bagi masyarakat Palembang yang mau melihat Kapal Dewaruci kami persilakan, terbuka untuk umum. Mungkin mulai besok kita buka pukul 09.00 WIB, mau tanya apa saja tentang kapal ini nanti akan kita jelaskan,” ungkapnya.
Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), Laksdya TNI (Purn) Djoko Sumaryono mengatakan, dengan berlayarnya Kapal Dewaruci di laut Indonesia, dia berharap banyak kader-kader bahari bermunculan, termasuk pemuda dari Sumatra Selatan bisa bergabung dengan Dewaruci dalam TNI Angkatan Laut.
“Dan tentunya, melalui kegiatan ini kita berharap sukses Asian Games, karena setelah dari Palembang ini, kita akan kembali ke Jakarta, kita ditunggu di sana, karena ada lomba jetski dan layar,” terangnya.
Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam, Iskandar Mahmud Badaruddin, mengaku bangga dengan hadirnya Kapal Dewaruci di Palembang. Menurutnya, kedatangan Kapal Dewaruci ke Palembang membawa suatu tonggak sejarah, karena menurut cerita, kapal ini telah dibuat sebelum perang dunia ke-2.
Dan perlu diketahui, lanjut dia, bahwa Indonesia ini adalah kerajaan maritim, Indonesia adalah negara maritim, yang tergabung dengan NKRI yang mempunyai batas wilayah laut lebih luas daripada wilayah darat.
“Jadi bangsa kita ini adalah bangsa maritim, mari kita perkuat dari sektor dan segi apa pun. Untuk itu saya mengimbau kepada pemerintah RI untuk dapat kiranya memfasilitasi dari pada angkatan laut ini mempunyai kapal induk yang mengawal gerbang dari Sumatra sampai ke Aceh. Di mana kita lihat negara negara maju, negara-negara besar lainnya punya kapal induk. Jadi Indonesia harus punya untuk mengawal NKRI terhadap bahaya, baik dari dalam maupun dari luar,” tandasnya. (bas)

















