JAKARTA, fornews.co-Riak-riak penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) bukan hanya muncul dari beragam organisasi dan lapisan masyarakat.
Namun sebagian besar dari para senator atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI juga turut menyuarakan penolakan. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengakui kalau hampir seluruh senator telah menyatakan penolakan terhadap RUU tersebut.
Bahkan sejumlah senator meminta pimpinan agar menyatakan sikap lembaga secara resmi untuk menolak. Untuk itu, hal tersebut menjadi salah satu agenda rapat pimpinan (rapim).
“Sebagai pimpinan tentu kita tidak bisa begitu saja mengeluarkan sikap resmi lembaga. Meski mayoritas senator menolak RUU HIP. Maka jalan keluarnya adalah, kami pimpinan, memutuskan untuk membentuk Tim Kerja (Timja) yang tadi disepakati dipimpin oleh Wakil Ketua DPD RI, Pak Nono Sampono,” ujar dia, usai menggelar Rapim DPD RI di Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
LaNyalla mengungkapkan, Timja tersebut nantinya akan melakukan kajian lebih mendalam dan komprehensif terkait RUU HIP tersebut. Termasuk bertemu dengan sejumlah ormas dan lapisan masyarakat yang telah secara terbuka menyatakan penolakan terhadap RUU tersebut.
“Nanti hasil kerja dari Timja akan menjadi panduan bagi sikap Lembaga DPD RI. Jadi tidak grusa-grusu. Tetapi atas dasar yang cukup,” ungkap dia.
Sementara, Anggota DPD RI Hasan Basri, beberapa waktu lalu melalui media telah menyatakan sikap penolakan terhadap RUU HIP. Senator asal Kalimantan Utara itu menganggap RUU tersebut tidak diperlukan. Karena justru akan mengganggu makna dan mendistrorsi substansi dalam nilai-nilai Pancasila.
Hasan menyatakan, upaya memangkas Pancasila menjadi Trisila lalu menjadi Ekasila yakni “Gotong Royong”, adalah nyata-nyata merupakan upaya pengaburan dan penyimpangan makna dari Pancasila.
“Pancasila itu ya lima sila. Dan setiap sila berhubungan dengan sila yang lainnya. Dan itu sudah final,” tandas dia.(aha)

















