PAMEKASAN, fornews.co – Kompetisi Liga 1 2020 resmi digulirkan Sabtu (29/02). Dari tiga laga yang dimainkan tadi malam, hanya Madura United yang meraih hasil sempurna.
Tim asuhan Rahmad Darmawan ini sukses mencukur tamunya Barito Putera 4 gol tanpa balas di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Keran gol Laskar Sape Kerabb dicetak Jaimerson (menit 7). Pundi gol Madura dilanjutkan oleh Bruno Matos (19), dan brace Alberto Goncalves (33, 59).
Pelatih Madura United Rahmad Darmawan menyebut kunci kemenangan timnya karena para pemainnya bermain dengan rileks.
“Saya selalu ingatkan sama pemain agar tidak tegang hadapi laga pertama. Komunikasi sering saya lakukan termasuk juga oleh direktur klub untuk bermain lepas,” jelasnya.
Meski menang telak, namun RD meminta para pemain tidak cepat berpuas diri. Apalagi menurutnya, pada laga melawan Barito Putera ada beberapa situasi yang harus diperbaiki.
“Silakan merayakan kemenangan ini tapi jangan berpuas diri sebab masih ada beberapa situasi permainan yang harus diperbaiki lagi,” tegas eks pelatih Sriwijaya FC ini.
Sementara itu, di laga pembuka Liga 1 2020, Persebaya Surabaya yang menjamu tim promosi Persik Kediri gagal meraih kemenangan. Di hadapan sekitar 50.000 penonton yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tuan rumah justru tertinggal lebih dulu sejak menit 34. Wasit Thoriq M Alkatiri menunjuk titik penalti setelah bek Persebaya Hansamu Yama kedapatan handsball di kotak terlarang. Eksekusi penalti yang dilakukan Gaspar Vega sukses mengelabui kiper Persebaya Rivky Mokodompit.
Namun keunggulan Persik hanya bertahan 3 menit. Hansamu Yama membayar lunas kesalahannya dengan mencetak gol di menit 37. Melalui situasi set piece, umpan yang dikirim Mahmoud Eid ditanduk Hansamu tanpa bisa dihalau kiper Persik, Dimas Galih Pratama. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Di pertandingan lain, tim promosi Persiraja Aceh mampu menahan imbang Bhayangkara FC. Bermain di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, kedua tim mengakhiri laga tanpa gol.
Bukan banjir gol, pertandingan ini justru banjir kartu kuning. Berlangsung keras dan sengit, wasit Annas Apriliandi harus mengeluarkan 6 kartu kuning yang dibagi rata ke masing-masing tim.
Pelatih Persiraja Aceh Hendri Susilo usai laga mengatakan, meski selama persiapan hanya satu bulan dan melakukan satu uji coba, menurutnya hasil tersebut sudah luar biasa.
“Kita tidak mempersoalkan hasil imbang. Saya respek pada pemain malam ini, mereka mampu bermain lepas dan instruksi saya berjalan. Kami berlatih tiga hari untuk melawan Bhayangkara FC,” kata Hendri Susilo.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster dalam konferensi pers usai laga tidak banyak berbicara. “Kita bermain bagus di awal babak pertama, harusnya bisa unggul mudah, namun kita tidak bisa mencetak gol,” sesalnya. (ije)

















