PALEMBANG, fornews.co – Persita Tangerang lolos ke semifinal Liga 2 2019 setelah memenangi laga terakhir Grup B babak 8 Besar kontra PSMS Medan. Pendekar Cisadane menang 2-1 atas Ayam Kinantan.
Pada pertandingan menentukan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Senin (18/11) sore, kedua tim berusaha mendominasi permainan sejak awal pertandingan. PSMS yang hanya butuh hasil imbang di pertandingan ini untuk lolos ke semifinal, langsung menekan pertahanan Persita. Hasilnya Ayam Kinantan unggul cepat di menit 8 melalui aksi penyerangnya Natanael Siringo Ringo.
Persita yang dikejutkan gol lawan mencoba untuk mengejar. Namun Egi Melgiansyah dkk sulit mengembangkan permainan karena pressing ketat yang diterapkan Legimin Raharjo dkk. Meski demikian pemain Persita tak putus asa terus mencari celah di pertahanan lawan. Hasilnya baru terlihat jelang babak I berakhir.
Berawal dari intercept pemain Persita di menit 44, bola pun diarahkan ke kotak penalti PSMS dan variasi umpan pendek diakhiri sepakan keras Aldi Al Cahya dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper PSMS Alfonsius Kelvan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Masuk babak II, PSMS kembali berupaya mengurung pertahanan Persita. Namun Persita yang bermain lebih sabar mampu meredam serangan demi serangan lawan. Bahkan pada beberapa kesempatan, Pendekar Cisadane mampu mengancam pertahanan lawannya melalui serangan balik.
Keasyikan menyerang, PSMS justru kecolongan. Petaka bagi PSMS terjadi di menit 87. Melalui sebuah skema serangan yang rapi, Persita mampu berbalik unggul 2-1 setelah umpan silang dari sisi kanan pertahanan PSMS ditanduk pemain pengganti Redi Rusmawan.
PSMS pun meningkatkan serangan untuk mencari gol penyeimbang. Namun fisik yang menurun plus waktu yang sempit tak mampu dimaksimalkan untuk menyamakan kedudukan. Hingga wasit Sigit Budianto dari DKI Jakarta meniup peluit panjang, papan skor tak berubah, tetap 2-1 untuk kemenangan Persita Tangerang.

Ditemui pada sesi post match press conference, Pelatih PSMS Medan Jafri Sastra berusaha menyembunyikan kekecewaannya. Apalagi anak asuhnya telah unggul lebih dulu di laga tadi, namun di akhir pertandingan justru menyerah 1-2.
“Ini akhir perjuangan kami untuk melangkah ke level lebih tinggi. Anak-anak sudah berusaha berjuang, tapi tidak bisa memanfaatkan peluang menjadi gol. Selamat buat Persita yang melangkah ke 4 besar,” ujar Jafri.
Diakui Jafri, permasalahan serius yang dialami timnya adalah konsentrasi. Jafri menyebut pemain kerap kehilangan fokus di menit-menit krusial.
“Konsentrasi memang masih menjadi masalah bagi pemain kami. Pemain masih sering melakukan kesalahan. Bahkan gol pertama Persita berawal dari salah passing yang direbut pemain Persita. Hal itu memang penyakit yang belum ada obatnya sampai sekarang,” tegas Jafri.
Sementara itu, bek PSMS Medan Syaiful Ramadhan mengaku semua pemain kecewa dengan kekalahan ini. Namun menurutnya inilah hasil maksimal yang bisa diraih saat ini.

Dari kubu Persita Tangerang, Pelatih Widodo Cahyono Putro mengakui laga tadi penuh emosional. Bahkan pemain Persita dinilai Widodo seperti canggung dan bermain seperti dari nol lagi.
“Kondisi ini dimanfaatkan lawan yang bisa mencetak gol. Namun perlahan anak-anak bisa bangkit dan membalikkan keadaan. Puji syukur bisa lolos ke semifinal, terima kasih semua elemen klub yang telah bersinergi selama ini,” tutur Widodo.
Widodo mengatakan, tertinggal lebih dulu dari PSMS di menit-menit awal membuat pemainnya sempat drop. Namun dari pinggir lapangan, Widodo tak henti-henti memompa semangat para pemainnya untuk bisa membalikkan keadaan.
“Kunci memenangi laga tadi karena ini sudah menjadi cita-cita dari awal masuk ke Liga 1. Di kompetisi (reguler) kami pernah tertinggal 2 gol tapi bisa mengejar. Makanya saya yakinkan pemain bisa,” tegasnya.
Kiper Persita Tangerang Annas Fitrianto yang mewakili rekan-rekannya mengucap syukur kepada Allah SWT telah diberikan rezeki berupa kemenangan di pertandingan tadi. Meski demikian, Annas juga tidak melupakan hasil positif ini buah kerja keras pemain di lapangan.
“Suporter yang datang juga menambah semangat. Apalagi tadi hadir langsung bapak Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Tangerang. Jelas motivasi kami bertambah untuk mempersembahkan hasil terbaik,” tukasnya.
Sementara di laga Grup B lainnya, Persik Kediri bermain imbang tanpa gol kontra Martapura FC. Dengan hasil ini, maka Persita Tangerang memuncak klasemen akhir Grup B dengan 6 poin, disusul Persik Kediri di runner-up dengan 5 poin. Sedangkan PSMS Medan yang mengoleksi 4 poin harus tersingkir bersama Martapura FC yang hanya mendapat 1 poin.
Di babak semifinal yang digelar Jumat (22/11) di Stadion Kapten I Wayan Cipta, Gianyar, Persiraja Aceh akan bertemu Persik Kediri dan Persita Tangerang menghadapi Sriwijaya FC. Sedangkan babak final akan digelar di tempat yang sama, Senin (25/11). (ije)
















