PALEMBANG, fornews.co – Melakoni laga terakhir di kandang Aceh Babel United, Sriwijaya FC meraih hasil kurang memuaskan. Laskar Wong Kito harus menerima kekalahan 1-2 dari Beruang Buas.
Bermain di Stadion Depati Amir, Pangkalpinang, Kamis (17/10) sore, Sriwijaya menurunkan sejumlah pemain pelapis. Sedangkan tuan rumah yang memburu kemenangan, memainkan komposisi andalannya.
Alhasil, Sriwijaya terus dikurung oleh Babel. Bahkan menit 20, gawang Sriwijaya yang dijaga Hendra Mole dijebol Muhammad Hamdan Zamzani. Tertinggal satu gol, Sriwijaya berupaya mengejar. Namun pertahanan Babel yang solid sulit ditembus. Hingga turun minum skor 1-0 untuk keunggulan Babel tetap bertahan.
Penampilan Sriwijaya membaik di awal babak II. Keluar dari kamar ganti, Airlangga dkk langsung menggebrak pertahanan Babel. Hasilnya di menit 47, sebuah kesalahan di kotak terlarang Babel membuat wasit Rio Permana Putra dari Riau menjatuhkan hukuman penalti. Kapten Sriwijaya, Ambrizal yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugas. Skor kembali imbang 1-1.
Namun hanya berselang 3 menit, Babel yang menunjukkan semangat tak ingin kalah, kembali menunjukkan tajinya. Kali ini giliran striker Riski Novriansyah yang menggetarkan gawang Sriwijaya. Aceh Babel United pun kembali unggul 2-1. Meski kedua tim mendapatkan sejumlah peluang, namun skor tak berubah hingga wasit menutup laga.
Hal menarik di pertandingan tadi adalah dua gol Aceh Babel United dicetak pemain yang pernah memperkuat Sriwijaya FC. Riski Novriansyah adalah striker yang pernah berseragam Sriwijaya di musim 2011-2012. Sedangkan Zamzani baru saja dilepas Sriwijaya di awal putaran II Liga 2 2019. Tak mendapat kesempatan bermain yang cukup membuat manajemen PSS Sleman menarik Zamzani dari Sriwijaya dan meminjamkannya ke klub yang lebih serius dan memberi jaminan waktu bermain reguler.
“Alhamdulillah patut disyukuri kemenangan di pertandingan terakhir kandang. Ini berkat doa masyarakat di Babel. Gol tadi saya persembahkan buat warga Babel, orang tua dan kekasih saya,” ujar bek Aceh Babel United ini.
Mencetak gol ke gawang klub yang pernah dibelanya, Zamzani merasa sangat senang. Sebab ini seperti menjadi pembuktian bahwa keputusan Sriwijaya melepasnya sebuah kesalahan.
“Pastinya sangat senang (mencetak gol), ini seperti pembuktian bahwa saya bisa (bermain baik),” tuturnya.
Pernyataan Zamzani didukung Pelatih Aceh Babel United I Putu Gede Dwi Santoso. Menurut Gede, dirinya bersyukur tim mampu meraih kemenangan penting.
“Alhamdulillah hari ini hasilnya seperti yang kita harapkan. Kekhawatiran sebelum pertandingan ditambah situasi pertandingan di awal-awal bikin beban juga. Tapi gol Zamzani membuat permainan mulai cair. Meski di awal babak II kembali ditekan Sriwijaya, tapi anak-anak sudah bisa kontrol permainan. Saya apresiasi fighting spirit pemain yang luar biasa,” kata Gede.
Sementara itu, Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengucapkan selamat untuk Aceh Babel United yang memenangkan pertandingan. Kas menilai pertandingan berjalan seimbang. Kedua tim saling serang dan mendapatkan sejumlah peluang.
“Hanya saja memang keberuntungan di Babel. Tapi terpenting meski kalah, kita tetap lolos ke 8 Besar,” tukasnya.
Dengan hasil ini Aceh Babel United naik satu tangga ke peringkat 7. Poin 30 Babel melewati Cilegon United yang baru mengoleksi 28 poin. Sama-sama menyisakan satu laga, kedua tim masih berpeluang saling susul. Aceh Babel United akan dijamu PSMS Medan, sementara Cilegon United akan menjamu Perserang Serang.
Sementara bagi Sriwijaya, dengan kekalahan ini membuat klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini terpaku di peringkat 3 klasemen wilayah barat dengan 40 poin. Dengan finis di posisi 3, di babak 8 Besar nanti Sriwijaya akan tergabung di Grup A yang berisikan peringkat 1 wilayah barat (Persiraja Aceh). Selain itu ada juga peringkat 2 dan 4 wilayah timur yang belum bisa dipastikan karena masih menyisakan satu laga. (ije)

















