PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru, mengaku prihatin meilhat kondisi sarana dan prasarana bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tinggal di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Palembang, di Kecamatan Sako.
Saat mendampingi Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Deru, membuka Pelatihan Keterampilan Teknis Kain Jumputan bagi Penyandang Disabilitas di Gedung YPAC Palembang, Senin (29/04), Herman Deru menyatakan ingin memberikan perhatian lebih kepada YPAC di masa kepemimpinannya.
“Saya baru kali datang ke acara khusus di tempat ini. Di benak saya, bagaimana menjadikan tempat ini tempat yang punya pioritasnya tersendiri. saya cek bersama ibu ketua yayasan, ternyata tahun kemarin bantuan dari Pemprov tidak ada, dan bahkan sudah 2 tahun. Yakinlah, ini akan jadi perhatian saya,” kata Deru berjanji.
Deru meminta kepada tenaga pengajar di YPAC Palembang untuk terus bekerja dengan semangat, begitu juga dengan anak didik untuk selalu giat belajar. Menurutnya tak ada manusia yang sempurna di dunia. Justru kekurangan itu bisa menjadi kelebihan jika didukung dan diarahkan secara benar.
“Maka kepada seluruh penyandang kebijakan dari semua level ada konsen yang jelas terhadap kaum disabel ini, kita hormati mereka karena masih mau bisa berkarya, tidak pasrah dengan keadaan. Tapi tentu mereka ini harus dibekali ilmu pengetahuan sesuai dengan arah bakat dan kemampuan masing-masing,” tuturnya.
Di sisi lain, Deru mengingatkan Kepada Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sumsel selaku penyelenggara, bahwa pelatihan keterampilan terhadap anak-anak disabel ini jangan hanya bersifat seremonial belaka. Pelatihan seperti ini menurutnya, harus punya target dan tujuan apakah untuk meningkatkan produktivitas kepandaian atau keahlian.
“Tapi kalau tidak ada bakat ke sana, jangan dipaksakan tetapi kita cari, arahkan (kepada) hal – hal yang lain seperti elektronik dan IT,” ucapnya, seraya mewacanakan akan membuat kompetisi bagi anak bekerbutuhan khusus.
“Saya tidak mau kalau ada acara seperti ini yang ada hanya pameran lagi. Saya tidak mau hanya itu-itu saja. Saya mau inovasi yang baru, dan saya minta nanti petugas di sini, yang foto bareng-bareng selalu akan saya awasi dan saya pantau,” imbuhnya.
Sekadar informasi, peserta pelatihan keterampilan ini terdiri dari mereka penyandang tuna grahita, tuna rungu dan tuna daksa. Total peserta mencapai 30 orang. Para peserta ini berpartisipasi membuat aneka kerajinan seperti batik jumputan, tas, keset kaki, taplak meja, baju dan lain-lain.(bas)
















