KAYUAGUNG, fornews.co – Warga Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (06/11) pagi digemparkan dengan penemuan sesosok jasad pria tak dikenal di aliran Sungai Komering.
Mayat yang mengapung tersebut, terlihat mengenakan baju berwarna merah bertuliskan Paskibra SMAN 4 Kayuagung dan memakai celana panjang warna cokelat (Pramuka). Informasi yang dihimpun, jasad ini pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mandi di sungai tersebut.
“Kaget pas mau mandi ternyata ada ini (mayat) mengapung di pinggir sungai,” ujar Sudirman (49), bersama rekannya Saini seraya menambahkan usai melihat mayat tersebut mereka langsung melaporkan kejadian kepada pemerintah desa setempat dan pihak Polsek SP Padang.
Menanggapi laporan warga, Kapolsek SP Padang, Iptu A Bahtiar melalui Kanit Reskrim, Bripka Bambang menyatakan, setelah mendapat informasi itu pihaknya langsung mengevakuasi mayat tersebut dan dibawa ke Puskesmas SP Padang untuk dilakukan evakuasi.
“Iya benar (ada penemuan mayat) di Sungai Komering di Desa Ulak Jermun, saat ini sudah dievakuasi ke Puskesmas SP Padang untuk dilakukan autopsi. Sementara untuk yang lainnya masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Sementara, Humas SMAN 4 Kayuagung, Febri mengungkapkan, kaos berwarna merah yang dipakai oleh pria tersebut memang benar merupakan pakaian SMAN 4. Namun, , mayat pria itu bukan lagi siswa aktif di sekolah tersebut.
“Memang benar kostum yang dipakai adalah kostum SMAN 4, tapi sepertinya baju tersebut dipakai oleh pakaian yang dipakai oleh alumni. Kita tidak mau menduga-duga, untuk memastikan identitas korban tadi kita telah dihubungi oleh pihak keluarganya yang ingin melihat dan memastikan apakah benar mayat yang dimaksud merupakan keluarganya,” ungkapnya.
Kasubag Humas Polres OKI, Ipda Ilham Parlindungan menambahkan, tak lama setelah pihak dari SMAN 4 Kayuagung datang untuk memeriksa jenazah, dari pihak keluarga juga telah memeriksa jasad yang ditemukan tersebut. “Setelah dipastikan oleh pihak keluarga, diketahui jasad tersebut adalah Ahmad Supardi (26), warga Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Kayuagung.
“Menurut orang tua korban, dia (korban) pergi dari rumah pada 4 November 2018 lalu, sekira pukul 18.00 WIB dan pergi ke Masjid Jamik Kayuagung dan setelah itu tidak pulang lagi. Menurut keluarga juga, korban ada riwayat pernah dirawat dan sakit epilepsi yang saat ini masih sering kambuh,” tandasnya. (rif)
















