PALEMBANG, fornews.co – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menjadikan Sumsel, khususnya Palembang sebagai pusat destinasi wisata olahraga (Sport Tourism).
Menpar Arief Yahya mengatakan, bicara soal sport tourism, Sumsel satu-satunya provinsi yang tak terkalahkan. Apalagi sebelumnya sukses menjadi tuan rumah berbagai even olahraga internasional, Asian Games 2018 misalnya.
“Tidak akan ada yang mengalahkan (sport tourism), kalau yang (sektor) lainnya masih ada yang bisa mengalahkan, tapi kalau sport tourism tidak ada yang bisa. Karena investasi Sumsel sudah sangat besar, apalagi Sumsel menjadi host untuk Asian Games dan itu keberhasilannya internasional,” kata Arief Yahya dalam kesempatan Dialog Publik Pembangunan Manusia bertema ‘Peningkatan Produktivitas Masyarakat Berbasis Pariwisata Lokal’ di auditorium Graha Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar, Palembang, Rabu (06/02).
Menurut Arief Yahya, sport tourism mengundang value yang sangat tinggi. Oleh sebab itu ia sangat setuju kalau diadakan even-even internasional berkaitan dengan olahraga, dan sumsel diharapkan fokus pada sektor sport tourism karena menimbulkan dampak yang sangat signifikan bagi Provinsi Sumsel.
“Jadi untuk mempopulerkan di sini, satu saja saya (minta), fokus sport tourism, tidak ada yang mengalahkan, unik sekali ya Sumsel, semua provinsi di Jawa dan Sumatra tidak ada seperti Sumsel untuk sport tourism,” tegasnya.
Arif menuturkan, pariwisata akan menjadi penghasil devisa di tahun 2019, oleh karena itu Menpar RI melakukan tiga terobosan besar antara lain pengembangan destinasi, pemasaran dan penyiapan sumber daya manusia.
“Tiga hal ini akan kita giatkan, dan jangan khawatir semua saya kerjakan dengan standar kelas dunia, jadi pemasaran kelas dunia, pengembangan destinasi wisata kelas dunia, SDM juga kelas dunia. Jadi setuju untuk jadi kalau ada even tertentu di sini, maka rugi besar kalau ada even di sini kalau para pengusaha di sini tidak berpromosi,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengapresiasi dan mengaku bangga akan kehadiran Menteri Pariwisata dengan segudang prestasi. Apalagi 2019 pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan RI.
Oleh karena itu pula, menurutnya, sangat tepat dialog publik pembangunan manusia dalam rangka peningkatan produktivitas masyarakat berbasis pariwisata lokal.
Dikatakannya, dua frase yang diangkat dari tema adalah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat agar termotivasi, bahwa pariwisata lokal bisa menjadi harapan kehidupan ke depan.
“Ini menunjukkan bahwa Provinsi Sumsel siap untuk menyukseskan seluruh program nasional yang berkaitan dengan pariwisata lokal, dalam rangka meningkatkan PAD dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Sumsel,” katanya.
Ia menuturkan, Provinsi Sumsel sudah cukup dalam konten budayanya, seperti khusus Kota Palembang yang terkenal dengan Dul Muluk, kemudian tempat-tempat pertunjukan seni tari Gending Sriwijaya dan sebagainya.
“Kami menyampaikan terimakasih telah menjadikan Provinsi Sumsel sebagai sport tourism yang ada di Indonesia, kami juga terima kasih karena tangan dingin Menpar, tanah hibah Poltekpar itu sudah diberikan kepada pemerintah Provinsi Sumsel,” tukasnya.(bas)

















