JAKARTA, fornews.co — Kementerian Pariwisata memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk menjawab berbagai tantangan keimigrasian yang berdampak langsung pada sektor pariwisata.
Hal itu disampaikan Asisten Deputi Hubungan Antarlembaga Internasional Kemenpar, Zulkifli Harahap, dalam “Sosialisasi Aturan Terkait Keimigrasian” di Gedung Sapta Pesona, Selasa 18 November 2025.
Ia menegaskan bahwa kecepatan dan kepastian layanan imigrasi menjadi faktor penentu daya saing pariwisata nasional.
“Masih ada perbedaan interpretasi jenis visa, kendala administratif bagi investor, hingga perbedaan penerapan kebijakan di daerah. Ini menimbulkan ketidakpastian dan menghambat iklim investasi,” ujarnya.
Tantangan keimigrasian akan berdampak langsung pada sektor pariwisata, mulai dari arus wisatawan mancanegara, investor, tenaga ahli, hingga penyelenggaraan event internasional.
Zulkifli menilai harmonisasi kebijakan dan penyamaan persepsi antarinstansi mutlak diperlukan agar kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) maupun layanan keimigrasian lainnya dapat diterapkan secara seragam di seluruh pintu masuk negara.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Subdirektorat Standardisasi Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Misnal Ariyanto, yang menyampaikan bahwa pengajuan visa online kini jauh lebih sederhana, tanpa kuota harian, dan dipastikan terbit dalam lima hari setelah pembayaran.
“Beragam kategori visa juga telah dirinci sesuai kegiatan untuk memudahkan pemohon,” kata Misnal, sembari mengakui masih adanya tantangan, terutama terkait meningkatnya kebutuhan sektor pariwisata dan MICE.
Forum ini diikuti satuan kerja internal Kemenpar, perwakilan Kemlu, dan pelaku industri pariwisata. Seluruh masukan, kata Misnal, akan ditindaklanjuti dalam perbaikan layanan keimigrasian.
Melalui sosialisasi tersebut, Kemenpar menegaskan komitmen memperkuat tata kelola keimigrasian yang lebih cepat, pasti, dan kompetitif, guna mendukung pariwisata, investasi, dan citra Indonesia sebagai negara yang ramah bagi pengunjung internasional.

















