PALEMBANG, fornews.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Yembise memyampaikan, kabupaten/kota hendaknya memenuhi 31 indikator dirangkum dalam lima klaster pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.
Lima di antaranya yaitu: hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar, pendidikan dan kesejahteraan; pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; dan (kelima) perlindungan khusus bagi 15 kategori anak.
“Secara keseluruhan, ini sudah diterapkan di Kabupaten Muba. Usai deklarasi ini, 16 kabupaten/kota harus berkoordinasi dengan Pemkab Muba, supaya bisa bertukar pikiran untuk menjadikan daerah masing-masing menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dalam menyongsong Asian Games ke-18 pada 2018 mendatang,” ujar Yohana, di kegiatan Deklarasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumsel, menuju KLA Menyongsong Asian Games ke-18 di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Jumat (04/08).
Yohana menambahkan, pihaknya berharap tahun-tahun berikutnya akan terus bertambah kabupaten/kota yang mendapatkan predikat KLA. “Dimulai dari Sumsel, khususnya di Kabupaten Muba, akan menjadi pilot project daerah yang sangat komitmen dalam melindungi dan memenuhi hak anak,” tuturnya.
Sementara, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, penandatanganan komitmen KLA dalam menyongsong Asian Games ke-18 jangan nantinya sekadar ceremonial saja. “Harus ada tindak lanjut, dan kabupaten/kota di Sumsel, berlomba-lomba mennyandang predikat KLA,” imbaunya.
Lanjutnya, meskipun Kabupaten Muba, menjadi pilot project KLA di Sumsel, diharapkan Pemkab setempat, terus meningkatkan dan memprioritaskan program-program yang mementingkan hak perempuan dan anak. “Jangan lalai dan harus terus meningkatkan program pemenuhan hak perempuan dan anak,” katanya. (cak)
















