
OMBAK besar dan hujan gerimis seolah menyapa selamat datang kepada rombongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel dan media, saat hendak menuju ke Pulau Lengkuas, Tanjung Pandan, Sabtu (17/12) pagi.
“Walau ini sifatnya hanya menuju tempat wisata, tapi kita harus membaca doa bersama sebelum ke lokasi. Karena hari ini kita disambut ombak dan hujan gerimis. Mudah-mudahan perjalanan kita tetap terjaga, dilindungi dan pulang dengan selamat,” ujar Sabil, Direktur Operasional OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel, mengawali perjalanan.
Usai doa bersama, dua perahu tradisional nelayan yang telah dimodifikasi, membawa rombongan OJK dan media menuju ke Pulau Lengkuas. Perjalanan dari lokasi berkumpul menuju Pulau Lengkuas diperkirakan 20 hingga 30 menit. Karena kondisi ombak yang cukup besar, dua perahu yang membawa rombongan memilih untuk memperlamban laju perahu tersebut.
Sesampai di Pulau Lengkuas, rata-rata pengunjung langsung tertuju ke bangunan tua Mercusuar yang memang menjadi daya tarik utama pulau tersebut. Walaupun, di pulau ini banyak bebatuan besar dan pesona pantai yang jernih. “Saya baru pertama kali ke pulau ini ternyata bukan hanya banyak didatangi wisatawan lokal. Ada juga wisatawan dari luar negeri,” ungkap Andre, warga Jakarta yang berkunjung ke Pulau Lengkuas bersama rombongan kerjanya.

Sekadar informasi, bahwa destimasi utama dari Pulau Lengkuas ini adalah Mercusuar tua yang dibangun oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1882. Hal yang menarik mercusuar ini masih berfungsi sebagai pemandu kapal yang akan keluar-masuk dermaga Pulau Belitung. Mercusuar ini terdiri dari 12 lantai yang mempuyai tiap-tiap lantainya ada jendela untuk memberikan kesempatan bagi pengunjung yang naik ke mercusuar tersebut.

Setelah menikmati pemandangan laut dari ketinggian Mercusuar dan mengabadikan lewat kamera dan smartphone, rombongonan OJK dan media bergerak ke lokasi snorkeling yang tak jauh dari pulau tersebut. Nah, saat snorkeling inilah, bisa terlihat bagiamana indahnya pemandangan bawah laut di sekitar Pulau Lengkuas. Terumbu karang, beragam ikan-ikan kecil, serta biota laut lainnya yang masih tetap terjaga.

Belum cukup snorkeling, kemudian rombongan bergerak menuju ke Pulau Kelayang. Sama seperti pulau sebelumnya, di Pulau Kelayang ini ada banyak tumpukan batu-batu besar dengan bentuk alami yang menjadi pesona berbeda. Apalagi, diantara bebatuan tersebut ada cerukan seperti kolam yang kejernihan airnya membuat dasar airnya tampak sangat jelas.
Bisa ditebak, pengunjung langsung mengeluarkan kamera dan smartphone-nya, untuk kembali mengabadikan pesona alam di Tanjung Kelayang ini. Walau ini hanya pulau kecil, namun keindahan alamnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Pasir yang putih, air laut yang jernih dan lokasi yang bersih, membuat pengunjung seolah enggan beranjak dari pulau tersebut.
Puas bermain air dan mengabadikan keindahan Pulau Lengkuas dan Kelayang, tanpa sadar ada panggilan alam dari rombongan OJK dan media. Ya, berbarengan dengan usainya mendatangi dua pulau tersebut, ternyata perut pun minta diisi. Benar saja, kembali ke lokasi titik temu, tim dari OJK telah menyiapkan santapan sea food untuk kawan-kawan media. Kepiting asam manis, sambal udang, cumi goreng tepung,ikan bawal panggang, cah kangung dan beragam lauk-pauk lainya.

Agenda perjalanan OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel dan media berlanjut ke Pantai Tanjung Tinggi atau yang lebih dikenal dengan Pantai Laskar Pelangi. Di lokasi ini, lagi-lagi semua pengunjung dibuat kagum dengan bentuk dan ukuran deretan batu-batu besar yang berada di bibir pantai tersebut. “Rasanya tak pernah cukup waktu untuk mencari angel berfoto di Pantai Tanjung Tinggi ini. Semua lokasi sangat bagus untuk diabadikan,” timpal Sabil, sambil melihat hasil jepretannya.
Sabil menjelaskan, kegiatan OJK Kantor Regional7 Sumbagsel bersama media ini, untuk menjalin silahturahmi dengan media yang berada di Sumsel dan Bangka Belitung. “Kegiatan ini kan untuk berbagi dengan media, tentang bagaimana menulis berita ekonomi. Apalagi, berita yang menyangkut angka-angka dan istilah. Kemudian, kita juga peduli dengan pariwisata yang ada di Belitung. Kami harap kegiatan ini membawa manfaat untuk kawan-kawan media dan perkembangan pariwisata di Belitung,” tandasnya. (tul)
















