PALEMBANG, fornews.co – Pelatih Tim Sepak Takraw Malaysia, Abd Tolib Ahmad mengakui kekuatan tim Indonesia saat menjamu anak didinya di laga final nomor regu putra di venue Sepak Takraw Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Selasa (28/08).
“Indonesia punya pemain hebat. Bahkan di set pertama dan awal set kedua, pemain kami selalu tertinggal. Bahkan hampir saja jadi juara di final ini,” ujarnya kepada fornews.co saat ditemui usai pertandingan.
Melihat permaian demikian itu, ia lantas meminta anak asuhnya yang diturunkan pada nomor ini terdiri dari Mohamad Azian Alias (5/killer), Muhammad Zulkifli Abd Razak (10/tekong), Farhan Adam (13/feeder), Muhamad Norhaffizi Abd Razak (11/killer), Mohammad Syahir Mohd Rosdi (23/tekong) untuk bermain lepas dan memaksimalkan kelengahan lawan.
“Saya berterima kasih pada pemain. mereka tidak pernah putus asa. Kita bermain habis-habisan sama juga dengan Indonesia. Bahkan, set pertama Indonesia menang. Begitu juga Set kedua tekanan dari Indonesia begitu kuat,” terangnya.
Sambungnya, laga final set ketiga baru dirinya merasa legah karena dapat memimpin poin hingga memenangkan laga final lawan Indonesia 1-2. Pada laga ini Malaysia meraih medalai emas.
“Adapun strategi kami untuk menangkan pertandingan, harus yakin dengan kemampuan dan tentu latihan yang keras serta mengenali permainan lawan,” ucapnya.
Disinggung terkait perihal protes keras yang dilontarkan ke wasit, Coach Tolib Ahmad mengaku, hal itu biasa dalam sebuah pertandingan. “Tidak ada hal. Ini biasalah,” katanya serasa melemoar senyuman.
Sementara Mohamad Azian Alias (5/killer sepak takraw Malaysia) menuturkan, timnya tidak kaget lagi menghadapi tim Indonesia. Karena menurutnya, sudah beberapa kali bertemu untuk eksebisi dan pertandingan yang pernah dilakoni sebelumnya.
“Dari situ kita mempelajari permainan Indonesia. Tentu, kemenangan ini hasil latihan yang keras baik skill, fisik dan juga mental kita,” tandasnya. (ibr)

















