
BATURAJA-Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Ogan Komering Ulu (OKU) Paisol Ibrahim menyampaikan, objek wisata alam yang ada di daerah mereka minim pengunjung.
Paisol menjelaskan, minimnya wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara tersebut, lantaran terbentur jarak tempuh. Lihat saja, dari Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, pengunjung harus menempuh jalan darat kurang lebih empat hinggai lima jam, untuk menuju ke objek wisata alam andalan (Gua Putri) di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji.
“Kalau kita perhatian objek wisata di daerah luar, seperti destinasi wisata Pulau Dewata Bali, jarak tempuh dari bandara hanya ditempuh satu sampai dua jam. Kemudian, antara objek wisata satu dengan yang lainnya saling terintegritas sehingga wisatawan tidak lelah di jalan,” jelasnya, saat dibincangi fornews.co, Selasa (11/10).
Nah, kondisi tersebut sangat berbeda halnya dengan di OKU. Karena untuk mencapai destinasi wisata di Bumi Sebimbing Sekundang, para wisatawan telebih dulu tiba di Kota Palembang. Kemudian melewati beberapa kabupaten/kota lain. Sayangnya, di daerah-daerah perlintasan tersebut, tidak ada destinasi wisata sehingga wisatawan tidak jenuh dalam perjalanannya. “Kalau langsung saja, jelas begitu sampai kondisi fisik sudah lesu terlebih dahulu,” katanya.
Oleh karena itu, untuk mendongkrak sektor pariwisata di OKU, Pemkab sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya program Rencana Induk Pariwisata (RIP) yang ditelurkan Pemprov Sumsel, melalui Dinas Pariwisata. “Melalui program ini, maka akan terintegrasi destinasi wisata setiap daerah sesai potensi yang dimiliki. Apakah itu wisata kuliner, atau bentuk lain yang bisa menyedot wisatawan lokal maupun manca negara,” tukasnya.
Kendala lain, sambungnya, masyarakat lebih cenderung untuk berkunjung ke objek wisata pantai, dibanding wisata alam seperti di OKU. Hal ini juga menjadi faktor utama wisata alam sedikit peminatnya. “Tapi tinggal lagi bagaimana pengemasan dan mengintegrasikan destinasi wisata satu daerah dengan daerah lainnya,” tandasnya. (ibr)
















