JAKARTA, fornews.co — Susu terbukti mengatasi stunting dan berdampak positif terhadap keterampilan kognitif pada anak-anak sekolah.
Hal itu diungkapkan oleh guru besar ilmu dan teknologi susu dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Epi Taufik S.Pt., M.V.P.H. M.Si.
“Susu menjadi sarana yang mampu memberikan 13 nutrien esensial sebagai bahan bakar utama pertumbuhan anak-anak karena di dalamnya mengandung kalsium, vitamin D, B12 dan protein,” dalam keterangannya, Senin, 2 Juni 2025.
Berdasarkan International Dairy Federation (IDF), lebih dari 160 juta anak-anak seluruh dunia telah mendapatkan manfaat dari susu yang biasanya menjadi satu paket dengan program makan di sekolah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan mengonsumsi susu 2 liter dapat berpengaruh terhadap tinggi badan anak.
Berdasarkan data perhitungan internal bahwa kandungan kalsium dalam paket makanan MBG (Makan Bergizi Gratis) berkisar 7-12 persen AKG (asupan kecukupan gizi).
“Hal ini untuk mendukung human peak height velocity (perkembangan manusia),” terang Dadan.
Merujuk Pedoman Gizi Seimbang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014 dan FAO and WHO, Guidelines on Milk Consumption for School-Age Children dianjurkan mengkonsumsi susu harian.
“Dan sumber kalsium yang siap tersedia dan mudah dicerna karena bentuknya cair adalah susu,” kata Prof Epi.
Mengikuti Peraturan BPOM Nomor 13/2023 tentang Kategori Pangan, yaitu susu cair plain lain dalam bentuk susu lemak penuh rekombinasi dengan kadar lemak minimal 3 persen, protein minimal 2,7 persen, serta kadar karbohidrat dan mineral minimal 7,8 persen.
Prof Epi memaparkan bahwa tubuh tidak dapat membuat kalsium dan perlu mendapatkan kalsium dari makanan.
Susu dan produk olahan susu adalah sumber kalsium dalam bentuk cair terbaik selain sumber-sumber lain yang bentuknya padat.
Kalsium, vitamin D, vitamin dan mineral lain dalam susu sangat penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
Dari hasil penelitian di India pada 2022, konsumsi susu bagi anak-anak yang kekurangan gizi berdampak positif pada kesehatan.
Hal itu, kata Prof. Epi, justru berpengaruh nyata, terutama dalam memerangi terhambatnya pertumbuhan dan kekurusan alias stunting.
Bahkan, dapat berdampak positif terhadap keterampilan kognitif pada anak-anak sekolah.
Maka, jelasnya, mengonsumsi susu 1-2 gelas perhari atau sekira 200–400 ml per hari bagi anak usia TK hingga SMA telah sesuai dengan pedoman yang ada.
“Setidaknya 25 persen AKG kalsium dibutuhkan bagi anak-anak tersebut,” pungkas Prof. Epi.

















