PALEMBANG, fornews.co – Meski bertindak selaku tuan rumah pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross di Palembang, 5 Juli 2019, namun Sumatra Selatan tak ikut berkompetisi karena tak memiliki pebalap motocross.
Penasihat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumsel, Aswari Rivai mengakui tidak ada lagi pebalap motocross dari Sumsel sejak era 80-an. Hal ini dikarenakan, minimnya pembinaan dan olahraga ini tergolong mahal. Selain itu, Sumsel sejauh ini juga tidak memiliki sirkuit motocross yang permanen sehingga menyulitkan untuk melakukan latihan.
“Karena itu, kita tidak mengirim atlet motocross dalam Kejurnas ini,” katanya saat dihubungi, Rabu (12/06).
Meski demikian, lanjut Kak Wari, dengan adanya gelaran MXGP di Palembang ini diharapkan bisa membangkitkan kembali gairah olahraga motocross di Sumsel. Karena Sumsel sesungguhnya merupakan daerah yang disegani dalam bidang automotif.
“Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menciptakan atlet yang andal,” ujarnya.
Mantan Bupati Lahat ini menambahkan, Kejurnas Motocross tahun 2019 ini akan menjadi pembuka gelaran MXGP di Palembang. Menurutnya, Gelaran MXGP di Palembang ini akan lebih menarik dibandingkan daerah lainnya. Meskipun lahan yang digunakan hanya seluas 5 hektare dan tergolong kecil, namun tentunya akan banyak rintangan yang akan dibuat sehingga lebih kepada Supercross atau atraksi yang dipertontonkan para pebalap motocross dunia.
“Idealnya itu sirkuit motocross sepanjang 10 hektare, tapi ini hanya 5 hektare. Karena itu tentu akan banyak rintangan yang akan dibuat,” terangnya.
MXGP ini juga bakal jadi pengalaman pertama bagi para pebalap dunia. Karena, lokasinya terletak tepat di depan hotel berbintang dan di tengah perkotaan. Mengingat selama ini sirkuit motocross tidak ada lokasi yang seperti ini. Selain itu, Sumsel juga tentunya diuntungkan karena akan banyak yang hadir dari luar Sumsel. Apalagi, saat ini sudah ada LRT sehingga dari Bandara SMB II ke wilayah Jakabaring hanya ditempuh kurang dari satu jam. (alu)

















