SEKAYU, fornews.co – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menanggapi tentang pengembangan teknologi Mososa yang mulai masuk di wilayah Muba.
Teknologi Mososa ini telah dipaparkan sang pemilik hak paten Hary Agus pada acara Gebyar Pajak Daerah 2019 di Desa Tanjung Agung Barat, Kecamatan Lais belum lama ini.
Teknologi Mososa adalah teknologi berbasis limbah (solid sawit/limbah decanter) sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak & pupuk organik menjadi murah (60% di bawah harga standar) kualitas SNI.
Formulasi komplet (complet feed) yang dipergunakan untuk Mososa ini yakni bekicot/keong/cacing, magot bsf dan semua jenis vegetasi dialam seperti daun pisang, enceng gondok, rumput- rumputan/alang-alang, daun karet/sawit dan lain lain.
Menurut Dodi, ini menjadi salah satu inovasi yang baik itu mengentaskan kemiskinan di Muba, terutama Kecamatan Lais yang menjadi perhatian khusus karena angka kemiskinan paling tinggi.
Oleh karena itu, Dodi mengharapkan masyarakat dapat berkembang sendiri di bawah bimbingan dan bantuan Pemkab Muba.
“Di sini dapat dilihat ada beberapa potensi yang dapat mengentaskan kemiskinan. Inovasi berupa prototype project yaitu bagaimana kita memanfaatkan sumber daya lokal berupa bekicot dan keong menjadi pakan ternak untuk ikan dan kambing. Tentu ini produk yang bisa membawa ekonomi masyarakat di Kecamatan Lais jadi meningkat,” kata Dodi.
Kemudian, imbuhnya, ada pohon sawit yang sudah tumbang bisa diolah dengan teknologi tepat guna terkini menjadi nira untuk dijadikan gula merah.
“Kita tahu proyek peremajaan sawit di Muba menghasilkan puluhan ribu batang kelapa sawit yang dibiarkan membusuk, ataupun menjadi sarang kumbang, tapi ternyata bisa dimanfaatkan dengan teknologi tepat guna yang sangat simple bisa menjadi gula merah, sehingga nanti bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Dodi, ini menjadi program yang akan ditindaklanjuti bersama sehingga semua potensi desa-desa miskin yang ada di Muba bisa memanfaatkan sumber daya alamnya. Baik sumber protein yang ada di sungai maupun di sawah bisa dikelola sehingga memiliki nilai jual yang tinggi seperti pakan ternak dan gula merah.
“Kita akan berikan anggaran khusus bantuan inovasi pengelolaan sumber daya lokal ini, karena sebuah proyek teknologi tepat guna yang pasti memberikan manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Lais Deni Sukmana mengatakan, sangat mendukung karena konsep peningkatan pendapatan per kapita untuk membangkitkan semangat ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Untuk memaksimalkan potensi di desa dengan konsep sederhana, tinggal bagaimana kita menciptakan sumber pendapatan dari sekitar kita,” ujarnya.(bas)

















