PALEMBANG, fornews.co – Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menyatakan, secara bertahap akan merealisasikan percepatan pengembangan komoditas kelapa sawit dan karet, yang diintegrasikan dengan Verified Source Area (VSA) atau melakukan verifikasi di Kabupaten Muba.
Menurutnya, saat ini isu deforestasi terus merugikan petani sawit dan karet di Indonesia. Tak ingin itu terjadi di Muba, Dodi menegaskan akan terus melakukan perlawanan terhadap kampanye negatif komoditas sawit dan karet yang dapat merugikan petani dan mengancam komoditasnya.
“VSA adalah satu sistem, di mana nanti semua komoditas sawit dan karet dari Muba akan terverikasi, sehingga tidak bisa lagi pihak dari luar menyerang isu deforestasi dari hasil komoditas sawit di Indonesia, khususnya di Muba,” tegas Dodi, dalam kesempatan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) Peta Jalan Kegiatan Pengembangan Kelapa Sawit dan Karet Alam Berkelanjutan Melalui VSA di Kabupaten Muba di Hotel Arista, Palembang, Rabu (30/01).
Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) ini melanjutkan, upaya VSA juga bagian dari komitmen Kabupaten Musi Banyuasin mengimplementasikan pembangunan yang sustanaible atau berkelanjutan, utamanya di komoditas perkebunan sawit.
“VSA atau terverifikasinya sawit dan karet di Muba akan memberikan dampak yang sangat positif bagi petani swadaya, yang paling penting dampak yang dirasakan petani yakni harga dari komoditas sawit dan karet di Muba pasca terverifikasi nanti, akan tinggi dan menyejahterahkan petani swadaya,” jelasnya.
Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini menambahkan, implementasi VSA di Muba nantinya akan menjadi pionir di Indonesia, khususnya di komoditas sawit dan karet.
“VSA ini sudah dilakukan di Brasil, tapi diimplementasikan di komoditas daging sapi. Nah, untuk komoditas sawit dan karet nantinya Muba yang akan jadi pionir. Kalau ini sudah diterapkan, tentu petani sawit dan karet di Muba akan lebih sejahtera,” tuturnya.
Selain itu, Dodi menjelaskan Muba juga telah berhasil menjadi pilot project peremajaan perkebunan kelapa sawit petani swadaya di Indonesia.
“Jadi VSA ini bagian dari inovasi untuk terus komitmen menyejahterahkan petani swadaya, dan saya minta OPD terkait untuk secepatnya merealisasikan mengembangkan program VSA ini serta mensosialisasikannya,” tuturnya.
Staf Ahli Deputi II Kepala Staf Presiden, Abetnego Panca Putra Tarigan menuturkan, upaya yang dilakukan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin sudah sangat tepat dan ini juga menjawab tantangan pasar komoditas sawit.
“VSA ini sangat mendukung program berkelanjutan dan lestari perkebunan sawit. Nah, saat ini justru banyak daerah berlomba-lomba meluaskan lahan tapi mengensampingkan upaya pembangunan hijau berkelanjutan dan lestari, tapi Muba ini berbeda dengan komitmennya untuk mengimplementasikan sustanaible,” jelas Abetnego.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Dr Fitrian Ardhiansyah menyebutkan, pihaknya sangat optimis dan akan mendukung upaya dari implementasi Bupati Muba untuk merealisasikan VSA bagi perkebunan sawit dan karet.
“Kami sangat berkeyakinan VSA ini akan teralisasi dengan baik di Muba, dan Muba akan menjadi pionir dalam implementasinya,” tukasnya.(bas)

















